TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Melihat minimnya anggaran akibat dampak Covid 19, Badan Pusat Statistik (BPS) Khususnya Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menyiapkan skenario untuk melakukan Sensus Wawancara atau manual.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba, melalui Giovani, selaku Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, pada Jumat (26/6/2020) pukul 09.50 Wib.

Dikatakan Giovani, bahwa skenario yang disiapkan berupa Drop Of Pick Up, yakni dengan cara memberikan kuesioner atau formulir pengisian data penduduk kepada masyarakat oleh petugas, yang mungkin akan meminta bantuan pula dengan Pemerintah Tiyuh (Desa).

“Skenario yang disiapkan memang tidak seperti biasanya, karena petugas tidak langsung mendatangi rumah-rumah untuk Wawancara, melainkan hanya meletakkan formulir itu saja, kemudian diberi waktu beberapa hari, baru petugas akan mengambil formulir itu lagi. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir atau mengantisipasi penyebaran Covid 19,” terangnya.

Adapun untuk perekrutan petugas Sensus Wawancara, lanjut dia, kemungkinan akan dilakukan dengan mengurangi kuota, karena sebelumnya direncanakan akan merekrut 400 orang petugas Sensus. Namun, dikarenakan minim anggaran, sepertinya akan dikurangi banyak dan gajinya pun akan berkurang pula, dan untuk jadwal rekrutmen petugas masih menunggu Info dari Pusat.

“Sensus wawancara atau manual menjadi sangat penting, yang direncanakan pada bulan September 2020, mengingat Sensus Penduduk Online (SPO) minim partisipasi dari masyarakat, yang dikarenakan kurangnya pemahaman dengan teknologi, selain itu juga disebabkan SPO baru dilakukan tahun ini. Sehingga diharapkan Sensus Wawancara atau manual nantinya dapat berjalan lancar meski dengan cara yang berbeda dari biasanya, dan menghasilkan data-data yang valid untuk Pemerintah dalam mengambil kebijakan,” imbuhnya. (D/R)