Di awal November 2020 ini saya mendapat kabar sedih. Dua teman akrab saya yang sama-sama guru besar di bidang Ekonomi dinyatakan positif Covid-19. Untuk itu mereka dirawat di rumah sakit di kota tempat mereka tinggal.

Kabar pertama saya terima Minggu tadi pagi (1/11/2020). Saat sedang santai di rumah Bogor sambil membaca banyak bacaan, saya dapat info bahwa mantan Rektor Universitas Andalas Padang yang kini mendapat amanah sebagai Komisaris Semen Padang Prof Werry Darta Taifur positif Covid-19.

Saya kaget campur sedih menerima kabar itu. Apalagi selama ini kami intens komunikasi. Bapak dua anak itu rajin merespon tulisan-tulisan yang saya kirimkan ke beliau setiap hari.

Kemudian saya kirim WA ke Werry. Mengkonfirmasikan kebenaran kabar yang saya terima tentang dirinya yang kena Covid-19.

“Aww, Pak WERRY πŸ‘†πŸΌapakah infonya benar? Semoga Bapak cepat sembuh ya. Aamiin ya robbal aalamiin… Makasih banyak Pak WERRY.πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ” Ujar saya.

Hanya dalam hitungan menit, Werry langsung merespon. “Waalaikum salam

Betul Pak Aqua. Saya hari ini mulai dirawat di SPH. Terima kasih atas perhatian dan doa Pak Aqua. Salam takzim.”

“Siap Pak WERRY. Mohon sabar ya. ALLAH SWT sangat sayang pada Bapak. Bagaimana ceritanya Bapak kena Covid-19? Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Pak WERRY.” Respon saya.

Bertetangga dengan Mas Ir di Sleman dan Saling Mengunjungi

Siangnya saat sedang santai seusai makan siang, istri saya Retno Setiasih mengabarkan bahwa mantan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof Wihana Kirana kena Covid-19. Retno mendapat info dari salah satu grup di WA-nya.

Kemudian berita itu dikirimkan ke saya. Sambil titip pesan agar saya kontak Mas Ir – panggilan akrab Wihana Kirana Jaya – untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut sekaligus mendoakan kesembuhannya.

Mas Ir adalah dosen pembimbing Retno saat kuliah di Jurusan Studi Pembangunan (sekarang Ilmu Ekonomi-pen) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat Retno lulus pada 1992 lalu Mas Ir sempat menawarkan Retno untuk jadi dosen di almamaternya.

Sejak 2014 lalu kami bertetangga. Rumah kami di Kompleks Perumahan Sawit Sari Condong Catur Sleman, Yogyakarta berdekatan.

Kalau ke Yogyakarta jika Staf Khusus Menteri Perhubungan itu sedang di rumahnya, saya suka mampir. Begitu juga sebaliknya Mas Ir beberapa kali ke rumah saya.

“Mohon doa dari seluruh teman2 KafeGama utk Prof. Wihana Kirana Jaya (mas ir) yg skrg sdg isolasi di RS.Sardjito krn hsl swab positif covid.

Semoga segera hilang virusnya dan dpt beraktifitas spt semula.

Aamiin Yaa Robbal aalamiin.πŸ™” Itulah info yang saya terima tentang Mas Ir.

Saya segera menanyakan kebenaran berita itu ke Mas Ir. “Aww, Mas IR πŸ‘†πŸΌ info tsb apakah benar? Jika benar mohon sabar ya. Semoga Mas IR segera sembuh total. Aamiin ya robbal aalamiin… Makasih banyak Mas IR.πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ”

Mas Ir langsung merespon. “Walaikumsalam… Mas Aqua. Iya OTG.

positif. Isolasi di Rumah Sakit Sardjito sambil diobati. Salim buat istri yang hebat dan putra putri yang juga hebat2 ya…πŸ™πŸŒΉπŸ’ͺ”

Di tengah kekagetan atas sakitnya dua teman akrab itu, saya terus mendoakan dan memotivasi mereka agar segera sembuh total. Juga supaya keluarganya tabah menghadapi cobaan itu. Aamiin ya robbal aalamiin…

Werry dan Mas Ir juga berteman baik. Latar belakang mereka sama-sama guru besar di bidang Ekonomi di fakultas tempat mereka mengajar. Juga pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat mensyukuri nikmat sehat dan mendoakan semua orang yang sedang sakit. Salam hormat buat keluarga. 18.00 01112020πŸ˜ƒ<<<