OKNUM ASN NYABU: HS (56) oknum ASN Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung digiring ke sel Mapolres Tanggamus, setelah terbukti mengonsumsi sabu-sabu bersama istri sirinya, IS (32), di sebuah kontrakan di Talangpadang. (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Ulah oknum Aparatur Sipil Negara berinisial HS sungguh tak terpuji. Alih-alih memberikan contoh sebagai warga negara yang baik, oknum ASN yang bertugas di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung itu, justru menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Ironisnya, perbuatan ASN berusia 56 tahun itu, dilakukan bersama istri sirinya, berinisial IS (32), warga Sukarame, Kota Bandarlampung. Sepasang sejoli ini asyik mengisap serbuk kristal metamfetamin di salah satu kontrakan. Lokasinya di Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra Wijaya, S.H. menjelaskan, penangkapan oknum ASN yang menyalahgunakan sabu-sabu bersama istri sirinya itu berlangsung Rabu (8/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat eksekusi penangkapan, juga disaksikan Aparatur Pekon Bandingagung.

Awalnya, kata I Made Indra Wijaya, pasutri siri itu berusaha mengelabuhi petugas. Dengan menyembunyikan alat pakai sabu-sabu dan sabu-sabu sisa pakai di dalam sebuah gelas. Namun upaya itu gagal. Sebab petugas dengan jeli menggeledah dan menemukan barang buktinya.

“Istri siri HS mengakui, mereka telah mengkonsumsi sabu-sabu pada Rabu siang. Barang tersebut dibeli seharga Rp200 ribu dari seseorang. Penyalahgunaan sabu-sabu ini berhasil terungkap, atas laporan dari masyarakat yang curiga di kontrakan itu sering digunakan untuk mengonsumsi narkoba,” beber I Made Indra Wijaya, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, S.I.K., Kamis (9/7).

Barang bukti yang diamankan dari kedua terduga, kata dia, berupa 4 buah plastik klip bening bekas pakai, alat isap sabu-sabu (bong) yang terbuat dari botol minuman, 3 buah korek api gas, 17 buah potongan pipet, 2 unit handphone, 4 buah potongan kaca pirek, dan 1 buah pipet pembersih telinga.

“Sebagian barang bukti itu diletakkan di dalam gelas. Sisanya kami temukan di dalam kamar kontrakan tersebut,” kata perwira yang pernah menjabat Kasatres Narkoba Polres Way Kanan itu.

Atas penangkapan, pihaknya juga masih memburu penjual barang haram kepada HS dan istri sirinya, IS. Sebab mereka mengaku membeli sabu-sabu dari seseorang.

“Si penjual sabu-sabu sudah diketahui identitasnya. Sementara masih dalam pengejaran,” tutur kasatres narkoba.

Saat ini, HS masih dalam pemeriksaan intensif di Ruang Penyidik Satres Narkoba Polres Tanggamus guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan istri sirinya, IS, sementara dititipkan di sel tahanan Polsek Kotaagung.

“Atas perbuatannya, terhadap kedua terduga penyalahguna, dapat dipersangkakan Pasal 112 juncto 127 UU Nomor 35 Tahun 2009. Dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” tandas I Made Indra Wijaya.

HS Mengaku Baru Dua Bulan Mengontrak di Talangpadang

OKNUM ASN Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung itu di hadapan penyidik mengakui baru dua bulan mengontrak di Talangpadang. HS pun akhirnya mengakui telah mengkonsumsi sabu-sabu Rabu siang bersama istri sirinya, IS. Sebelum akhirnya mereka ditangkap, sesaat selepas Azan Maghrib.

“Baru dua bulan di kontrakan tersebut. Saya sama istri siri memang habis nyabu siang hari. Habis Maghrib kami ditangkap. Kami memang sering pakai (sabu-sabu). Biasanya ya beli. Terakhir beli paket hemat, Rp200 ribu. Beli dari Fir alias N,” ujar HS lirih sambil tertunduk.

Dari rumor yang beredar, HS dikabarkan juga pernah berdinas di Pemkab Tanggamus. Kabar menyebutkan, HS sebelum akhirnya bertugas di pemprov, sempat bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus. Kemudian juga sempat di Kesbangpol Tanggamus. (ayp)