Bandar Lampung – Beberapa waktu lalu, viral kabar bahwa obat kumur dapat membasmi virus corona hingga 100 %. Obat kumur tersebut mengandung antiseptik Povidone Iodine (PVP-I) yang berfungsi untuk menjaga kebersihan mulut dan saluran pernafasan yang merupakan jalan masuk bagi virus corona.

Disadur dari laman health.grid.id, Wakil Sekretari Jenderal Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Iwan Dewanto mengatakan bahwa dari penelitian yang telah dilakukan penggunaan PVP-I dengan konsentrasi 0,23 % selama 2 menit mampu menekan kuantitas virus hingga kadar yang todak terdeteksi lagi. Selain itu, penggunaan PVP-I selama 30 menit dapat menurunkan aktivitas virus lainnya hingga 99,9 %.

“PDGI dan IDI telah mengusulkan protokol pemberian PVP-I bagi ODP dan PDP yang kini dirawat di Wisma Atlet. Sebanyak 10-15 mililiter dikumurkan dalam rongga mulut selama 30 detik, dilanjutkan dengan kumur di area kerongkongan mendongak sekitar 45 derajat (gargle), lalu dibuang” ujar Iwan.

Setelah menggunakan PVP-I, pasien diminta untuk tidak makan atau minum apapun selama 3o menit berikutnya. Proses ini dapat dilakukan 4 jam sekali selama 14 hari berturut-turut.

Namun perlu diketahui bahwa tidak setiap orang dapat menggunakan obat kumur yang mengandung PVP-I, karena antiseptik ini dapat menimbulkan alergi seperti sesak nafas, pusing, menggigil, sesak dada, dan pembekakkan di daerah bibir, wajah, lidah dan tenggorokan. Oleh karena itu, penggunaannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.