PEMERIKSAAN BADAN: Selain memeriksa kamar hunian dan tempat penyimpanan barang, badan para WBP juga tak luput dari pemeriksaan. (Foto-foto: DOK LAPAS KOTAAGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II B Kotaagung dirazia tadi (21/10/2020). Sidak penggeledahan barang-barang milik WBP itu, istimewanya dipimpin langsung Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM Lampung, Farid Junaedi. Didampingi Kepala Lapas Kelas II B Kotaagung, Beni Nurrahman.

Usai sidak, dilanjutkan dengan pembinaan dan penguatan bagi para Petugas Lembaga Pemasyarakatan. Kadiv Pas Kanwil Kemenkum-HAM Lampung, Farid Junaedi menjelaskan, seluruh petugas lapas harus berperan aktif memaksimalkan kegiatan “Salam Pemasyarakatan”. Demikian juga dengan para warga binaan di dalam lapas.

“Dengan cara itu, kita sebagai petugas pemasyarakatan dapat melakukan deteksi dini tentang gangguan keamanan dan ketertiban. Serta melakukan perencanaan pembinaan bagi para WBP,” kata Farid Junaedi.

Pada bagian lain, Kalapas Kelas II B Kotaagung, Beni Nurrahman mengatakan, inspeksi mendadak tersebut menyasar kamar/hunian WBP. Mulai dari pemeriksaan seputar hunian, almari tempat penyimpanan barang-barang WBP, hingga pemeriksaan badan. Sidak dilakukan oleh petugas lapas setempat. Diawasi Kadiv Pas Kanwil Kemenkum-HAM Lampung Farid Junaedi dan dirinya.

“Dari sidak ini, beberapa barang yang tidak sesuai ketentuan peraturan telah diamankan. Barang-barang tersebut diamankan untuk selanjutnya didata dan dibuat laporannya,” ujar Beni Nurrahman.

Dia menekankan agar para petugas lapas melaksanakan kegiatan “Salam Pemasyarakatan” dengan baik. Termasuk menjadi wali yang sebenar-benarnya bagi WBP.

“Tak kalah penting, petugas lapas juga mutlak menegakkan dan menaati peraturan yang telah ditetapkan. Sehingga tercipta situasi lapas yang aman dan kondusif,” tegas Beni Nurrahman.

Kegiatan “Salam Pemasyarakatan”, lanjut kalapas, akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kotaagung dalam memerangi peredaran gelap narkoba dan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan pembinaan juga akan terus ditingkatkan untuk membentuk pribadi-pribadi WBP. Sehingga nantinya siap kembali ke tengah masyarakat,” tandas Beni. (ayp)