TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Akibat menenggak minuman keras (Tuak), dua pelaku T (32) dan S (38), tega menghabisi nyawa seorang ibu MS (28) beranak dua, di Tiyuh (Desa) Bangun Jaya Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, usai diperkosa pelaku.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Gunung Agung Akp Tri Handoko, saat dikonfirmasi Translampung.com pada Rabu (08/01/2020) pukul 11.16 Wib. Bahwa dari hasil penyelidikan terhadap kedua pelaku, saat kejadian mereka sedang dalam keadaan mabuk.

“Adapun motif pelaku murni pemerkosaan, yang memang pada malam tersebut mereka mabuk minum Tuak. Dan Sekitar pukul 04.00 Wib mereka mencongkel pintu belakang rumah korban, kemudian langsung melakukan tindakan pemerkosaan dan penganiayaan tersebut di rumah korban. Pemerkosaan tersebut dua kali, jadi setelah dirumah korban, pelaku langsung membawa korban ke kebun karet yang jaraknya sekitar 100 meter di belakang rumah untuk melakukan aksinya lagi,” kata Akp Tri Handoko.

Dikarenakan korban mengenal kedua pelaku, lanjut Kapolsek, maka setelah melakukan pemerkosaan pelaku langsung membunuh korban dan menguburnya. Guna menghilangkan jejak, mereka membakar rumah korban. Dalam kejadian tersebut sempat disaksikan anak korban, namun diancam pelaku untuk tetap di kamar.

“Dalam catatan kepolisian, pelaku baru pertama kali melakukan tindak kriminal, karena sebelumnya tidak ada. Atas perbuatan pelaku, maka mereka dikenakan dengan pasal pembunuhan dan penganiayaan berat 285 KUHP dan 353 KUHP, diancam diatas 9 tahun penjara,” terangnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Muhyiddin Pardi selaku Ketua MUI Kabupaten Tubaba, mengecam perbuatan kedua pelaku yang tidak berprikemanusiaan.

“Saya mengecam serta prihatin atas kejadian tersebut, itu semua dikarenakan kurangnya pendidikan agama dan lingkungan yang kurang baik. Saya berharap atas kejadian tersebut tidak terulang lagi kepada diri kita pribadi maupun masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan Sukardi selaku anggota komisi I bagian Hukum dan Perundang-undangan DPRD Tubaba. Bahwa kasus tersebut harus ditindak tegas sesuai peraturan yang ada.

“Saya berharap dari kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, agar lebih waspada. Dan kepada pihak kepolisian agar kiranya bisa dengan maksimal mengusut tuntas kasus ini,” imbuhnya. (D/R)