MENGGALA – Tim Investigasi Lembaga Swadaya Mayarakat Peduli Pembangunan Daerah (LSM LPPD), Herwansyah, meminta kepada APIT atau APH untuk bertindak cepat menyikapi adanya dugaan Camat Dente Teladas pada saat menjabat Plt kepala Kampung Sungai Nibung melakukan Mark Up dana desa untuk pembangunan Onderlahg tahun 2019.

Herwansyah meminta kepada APIT dalam hal ini Inspektorat segera melayangkan surat secara resmi kepada yang bersangkutan, karena ini diduga merugikan keuangan negara, serta untuk menjadi contoh kepada yang lainnya, agar supaya jangan terlalu berani memainkan Dana Desa tersebut mengingat program tersebut merupakan program pemerintah pusat,” Apalagi ini sudah jelas seorang camat yang merupakan pimpinan tertinggi dikecamatan serta selaku ASN pula seharusnya beliau harus menjadi contoh yang baik kepada bawahannya. Dana desa tersebut itu anggaran pusat dan dikerjakan secara swakelola semestinya pihak kampung tidak boleh mengambil keuntungan satu rupiahpun karena disitu telah terbentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) ada ketua dan anggota serta Diberi insentip perkegiakatan dari dana desa, akan tetapi mereka sebaliknya telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari kegiatan tersebut,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Herwansyah, dari tim Investigasi LSM LPPD Tulang Bawang sangat menyayangkan apabila kepala kampung apalagi Camat selaku ASN mengambil keuntungan yang sangat pantastis. Seperti diberitakan sebelumnya,Camat Dente Teladas di duga mark up kegiatan pisik Anggaran Dana Desa (ADD) pada saat menjabat Plt kepala kampung Sungai Nibung tahun 2019.
“Dengan menjabat plt kampung sungai nibung kecamatan Camat Dente Teladas Suratman pada tahun 2019 diduga sangat berani bermain dengan dana desa, sehingga pekerjaan pisik pembangunan onderlagh sepanjang 1440 m menelan dana Rp 633.000.000 rupiah yang saat ini sudah hancur kembali,” tambahnya.

Tokoh pemuda kampung Sungai nibung yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, pada saat camat Suratman menjabat Plt kampung Sungai Nibung pada tahun 2019 lalu , bekerjasama dengan aparatur kampung diduga melakukan mark up kegiatan pisik peningkatan jalan onderlahg di dusun 7 kampung sungai nibung sepanjang 1,4 4 km.

Dijelaskannya, seyogyanya seorang camat pada saat menjabat plt dikampung Sungai nibung memberikan contoh yang baik kepada kepala kampung dikecamatan Dente Teladas, akan tetapi beliau sangat berani bermain dengan dana desa dengan meraup keuntungan ratusan juta rupiah.

Sebenarnya, tokoh pemuda yang enggan disebutkan namanya,untuk pekerjaan onderlagh sepanjang 1,44 km tersebut hanya membutuhkan dana setengah dari pagu yang di anggarkan itu sudah cukup apalagi dana desa tersebut ada beberapa pekerjaannya dilakukan dengan swadaya masyarakat, dan lebih menyakitkan lagi sekarang ini jalan tersebut sudah banyak yang hancur dan ini menandakan kualitas pekerjaannya juga kurang baik. (als).