PANARAGAN (translampung.com)– Upaya memberikan rasa aman dan bahagia terhadap para Guru dan Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas, sejumlah Advokat atau Mahasiswa Hukum Tingkat Akhir dari Provinsi Lampung, menggabungkan diri dan membentuk Lembaga Advokasi Guru Lampung.

Demikian itu disampaikan Juru Bicara Lembaga Advokasi Guru Lampung, Gindha Ansori Wayka S.H,M.H, saat dikonfirmasi translampung.com via WhatsApp, Senin (5/7/2021) pukul 13.16 Wib.

Dikatakan Gindha, Lembaga ini terbentuk dari keprihatinan atas nasib Guru yang sering diperas, ditekan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan menyebabkan Guru tidak maksimal dalam melakukan tugasnya mengajar anak didik karena terbentur masalah Hukum.

“Lembaga ini bertugas memberikan penyuluhan Hukum dan melakukan Advokasi terhadap Guru atau Kepala Sekolah secara Cuma-Cuma (Gratis) apabila sedang berhadapan dengan Hukum yang mengalami kasus kriminalisasi atau pemerasan.” Ungkapnya.

Keprihatinan terhadap nasib Guru menjadi perhatian serius dari tokoh-tokoh muda milenial tersebut, yang mana keberadaan Guru merupakan bagian yang luar biasa dalam bidang Pendidikan dan berperan penting dalam pencerdasan kehidupan bangsa.

“Beranjak dari pentingnya peranan Guru, maka diperlukanlah suatu wadah dalam memberikan perlindungan terkait semua hak-hak Guru, termasuk di dalamnya hak dalam perlindungan Hukum dan sebagai warga negara yang dijamin dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.” Tuturnya.

Lanjut dia, Lembaga Advokasi Guru Lampung ini berdiri dari inisiasi Deni Ribowo S.E, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung yang notabene bergerak di bidang Pendidikan dan Kesehatan serta Kesejahteraan Sosial.

“Karena sering dicurhati Guru dan menyaksikan fenomena Guru sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang sering dipaksa berhadapan dengan Hukum, maka beliau menginisiasi dan mengajak tokoh-tokoh muda Advokat dan Mahasiswa Hukum Tingkat Akhir yang berkeinginan menjadi Praktisi Hukum untuk bergabung dan membuat wadah Advokasi ini.” Jelasnya.

Menurutnya, adapun beberapa nama yang telah bergabung di Lembaga Advokasi Guru ini yakni, Gindha Ansori Wayka dan Dicha Nery Utami, SH dari Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka – Thamaroni Usman & Rekan, Resmen Kadapi, SH, M.H dari Kantor Resmen Kadapi and Patner, Ahmad Handoko, SH, MH dari Kantor Hukum Ahmad Handoko dan associate, Lintang Saka Ganta,SH,MH,MKn dari Elza Syarief Law Office, Kantor Pengacara Ropa Roli,S.H dan rekan, Hodi Feriyansyah dari Kantor Hukum Fery Soneri & Rekan, Bahari Sanjaya SH,MH.(LBH Sakai Sambayan), Anggun Dina Febri, S.H. Kantor BKBH UBL, Ivan, SH. Kantor Ivan Bahrul & Partners, Badan Advokasi Indonesia Bekasi, Anton Heri, S.H. Kadiv Advokasi YLBH-98, Kantor Hukum Rahmat Hidayat,SH.,M.Kn & Rekan dan Ismi Ramadhoni – Kalabahu LBH Bandar Lampung 2019 serta Ali Rahman,SH,MH, Kantor Advokat Ali Rahman,SH dan Rekan.

“Sementara ini, kami masih terus menginventarisasi dan melakukan sosialisasi ke publik dalam rangka menjaring nama-nama rekan yang ingin bergabung untuk memperkokoh Lembaga Advokasi ini. Dan untuk terkait informasi dan permohonan untuk Advokasi dapat disampaikan langsung melalui Lembaga Advokasi Guru Lampung yang beralamat di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Nomor 61 Kelurahan Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, atau melalui WhatsApp (WA) 081279303030.” Imbuhnya. (D/R)