TRANSLAMPUNG.COM


LAMPUNG UTARA – Setelah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kotabumi, melakukan asimilasi atau merumahkan 44 Narapida. Kini giliran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kotabumi melaksanakan hal serupa.
Narapidana yang  dibebaskan melalui Asimilasi dan hak Integrasi pada hari ini–Jumat (3/4/2020)– 
Sebanyak 30 orang dari 83 warga binaan Lapas Kotabumi yang memenuhi syarat sesuai surat edaran Kemenkumham. Sisanya, 53 orang masih dalam proses berjalan hingga Senin (7/4) mendatang.


”Jumlah penghuni warga binaan di Lapas ini mencapai 428 orang. Dari jumlah itu yang bakal dirumahkan mencapai 83 orang. Hari ini kami baru menyelesaikan proses mengasimilasi 30 narapidana,” kata Kalapas M.Endang Lintang Hardiman 
Pengeluaran dan pembebasan ini kata Endang didasarkan pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Itu juga tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan No.: PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang hal yang sama

Lebih lanjut dijelaskan Endang, pembebasan lebih cepat dilakukan dengan dasar peraturan Kemenkumham. Tujuannya diantaranya adalah untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 dan meminimalisir anggaran negara. “Jadi bagi yang bebas hari ini bisa langsung pulang ke rumah serta mengisolasi diri secara mandiri dirumah” ucapnya


” se-Indonesia ada sekitar 30 ribu napi yang dibebaskan. Khusus 30 napi di Lapas kotabumi ini adalah pidana umum,” kata kalapas30 orang  yang mendapat asimilasi  tidak termasuk terpidana kasus korupsi, terorisme dan narkotika atau pidana khusus.


Dari pemantauan, tampak sejumah keluaraga para narapidana yang dibebaskan hari ini sudah menunggu diluar. Suasana haru, gembira dan sedih mewarnai kegiatan itu. ” Ini adalah suatu anugerah. Belum waktunya bebas kami sudah dibebaskan. Dan kami sampaikan ucapan terimakasih kasih kepada Pak Kalapas dan jajajaran nya atas pembinaan yang telah mereka lakukan selama kami dalam tahanan. ucap salah seorang napi saat ditanya media ini. (Iwan)