TRANSLAMPUNG.COM-Lampung barat – Akibat intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Lampung Barat sejak Jumat sejumlah titik lokasi terendam banjir dan longsor, Sabtu (25/1).

Sepeti di Desa Way Heru Kecamatan Bandar Negeri Suoh lahan pertanian warga setempat terendam banjir berikut persawahan diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Camat BNS Suryono, telah turun kelokasi meninjau peristiwa bencana juga berharap pemerintah terkait segera melakukan normalisasi atau beronjong dangan harapan tidak meluapnya kembali sungai Way Heru saat hujan. Sementara longsor yang terjadi di Desa Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit Lampung Barat setidaknya ada enam titik lokasi longsor.

Kilo meter 15 hingga 22, titik terparah ada di kilo meter 15 dan 17 yang disertai pohon tumbang dan bongkahan batu serta lumpur mencapai kedalaman 30 centi meter.

Pemerintah daerah telah menurunkan satu alat berat eksavator yang dibantu dengan alat seadanya oleh Polri, TNI, BPBD, Dinas PUPR dan Pemerintah Desa. Hingga dini hari akses jalan belum dapat dilalui yang menyebabkan kemacetan mencapai 5 km meter.

Menurut Kapolres Lampung Barat, AKPB. Rahcmat Tri Haryadi, mengatakan, akses jalan Liwa-Krui dapat di lalui kembali diperkirakan mencapai tiga sampai empat hari jika tidak ada kendala. “Kita harap tidak ada kendala sehingga ruas jalan dapat kembali di lalui seperti biasa,” jelas dia.

Lalu, untuk korban jiwa nihil namun empat kendaraan roda dua terjebak longsor sehingga tidak melaju atau putar balik arah, “untuk sopir mobil sudah dievavuasi,” tuturnya saat dilokasi longsor. (Sf)