TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS -Pengendara dan warga sekitar Jalan Lintas Barat ruas Kecamatan Gisting, sangat dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun yang melibatkan tujuh mobil, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (1/7/2020). Terlebih dari salah satu mobil, ada seorang bayi dan satu kendaraan dinas ber-plat merah.

Selain mendapatkan “hadiah” berupa penangkapan bandar pil ekstasi dari Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, HUT ke-74 Bhayangkara Polres Tanggamus juga “diwarnai” dengan lakalantas beruntun enam mobil.

Kasat Lantas Polres Tanggamus Iptu. Rudi S., S.H., M.H. membenarkan peristiwa yang terjadi di Jalinbar ruas Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting itu. Ia menjelaskan, laka beruntun melibatkan satu truk hijau nopol B 9655 UYX. Diduga truk yang bermuatan biji kelapa sawit itu mengalami rem blong dan hilang kendali.

“Truk tersebut menghantam satu angkutan pedesaan (angdes) dan empat minibus, satu pick up L-300. Namun data-data lengkap, masih dihimpun anggota Satlantas di lokasi kejadian,” kata Rudi, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, S.I.K.

Kemudian terkait penyebab pasti kecelakaan beruntun itu, Rudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Untuk kepastian penyebabnya, masih kami selidiki dan ini masih melakukan pendataan. yang jelas saat sopir truk coba menghentikan kendaraan, upaya tersebut tidak berhasil. Dan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Semua korban mengalami luka ringan dan kendaraan ringsek,” tegas kasat lantas.

Terpisah di sekitar lokasi kejadian, salah seorang saksi yang berhasil dijumpai dan bersedia memberikan keterangan, Man Arif (50), warga Kutadalom mengatakan, kejadian terjadi pukul 09.30 WIB. Truk besar warna hijau bermuatan biji sawit, melaju dari arah Kotaagung menuju Pringsewu.

Saat tiba di turunan Jalinbar Pekon Kutadalom, laju truk seperti tak terkendali. Diduga kuat truk mengalami rem blong. Karena tidak bisa berhenti, truk menabrak sejumlah kendaraan dari arah berlawanan. Yaitu dari arah Pringsewu menuju Kotaagung.

“Awalnya truk besar itu menabrak angdes. Lalu berurutan kendaraannya di belakang angdes juga ditabrak. Yaitu Mitsubishi L-300, Daihatsu Xenia warna biru, Daihatsu Grand Max silver, kendaraan dinas plat merah Toyota Rush putih BE 1076 VZ, dan terakhir Toyota Kijang Innova abu-abu metalik,” beber Man Arif.

Menurut dia, dari beberapa kendaraan yang ditabrak oleh truk, semua mengalami ringsek. Namun yang kondisinya terparah adalah Innova dan Xenia. Selain sejumlah mobil, lakalantas beruntun itu juga merusak pagar rumah milik Nuning.

“Di dalam mobil Xenia itu satu keluarga. Bahkan ada yang masih bayi. Tetapi semuanya selamat, tidak sampai ada meninggal. Rata-rata luka ringan dan syok. Saat dilarikan ke rumah sakit, seluruh kondisi penumpang dalam mobil masih posisi sadar,” ujar Man Arif.

*Sopir Truk “Lenyap” dari TKP*

KEMUDIAN terkait sopir truk, Man Arif mengaku, tidak melihatnya. Menurut dia, sesaat sesudah tabrakan, sopir truk sudah hilang.

“Ada yang bilang sebelum menabrak, sopir truk mencoba memberitahu kendaraan lain yang berlawanan arah. Tapi karena panik, sopir loncat dan kemungkinan melarikan diri,” terang Man Arif.

Berdasarkan pengamatan di lapangan sejumlah mobil yang terlibat dalam lakalantas beruntun dievakuasi ke Pos Lantas Batu Keramat, Kotaagung Timur. Seperti Xenia biru BE 2273 VB kondisi ringsek, Grand Max BE 1626 YA kondisi ringsek.

Sementara hingga pukul 14.27 WIB petugas Satlantas Polres Tanggamus dan Dishub Tanggamus, masih berupaya untuk mengevakuasi truk dan Innova abu-abu metalik B 2687 RL.

*Randis Toyota Rush Dikemudikan Sekretaris Bappelitbang Tanggamus*

SEJUMLAH penumpang di mobil yang terlibat lakalantas beruntun, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kecamatan Gisting. Adapun salah satu korban dalam lakalantas beruntun itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun merupakan Sekretaris Bappelitbang Tanggamus, Yadi Mulyadi. Ia mengemudikan Toyota Rush putih plat merah BE 1076 VZ.

Berdasarkan informasi dari staf di Bappelitbang, Yadi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting. Dia hanya mengalami luka ringan.

“Pak Sekretaris nyeri sedikit di bagian dada dan bagian perut bang. Beliau hanya rawat jalan dan sudah dibolehkan pulang,”ujar staf tersebut. (ayp)