TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN- Pasca banjir yang melanda di Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan hektaran lahan sawah milik warga di tiga desa rusak dan tidak bisa di pungsikan lagi lataran tertimpa lumpur dan bebatuan.

Keberadaan sawah milik warga di tiga desa yakni Desa Baturaja,Desa Banding Agung dan Desa Sukajaya Pedada, yang masih masa tanam selama enam bulan ini di terjang banjir, sehingga masyarakat yang memiliki lahan sawah terdampak banjir merasa rugi,lataran ternacam tidak bisa mempungsikan lagi lahan sawahnya untuk di tanami kembali.

“Kurang lebih 7 hektar lahan sawah milik warga di tiga desa, terutama lahan sawah milik masyarakat Desa Sukajaya Pedada  tidak bisa di pungsikan lagi karna dampak banjir kemarin ,”kata Saadi Yusup selaku kades Sukajaya Pedada kepada translampung.com, Jumat (19/06/2020).

Menurutnya bahwa dengan adanya bencana ini banyak masyarakat yang merasa kebingunggan lataran lahan sawah yang di terjang banjir ini tidak bisa di pungsikan lagi, padahal masa tanam sudah memasuki masa 6 bulan dan masyarakt juga tidak bisa berbuat apa-ada dengan adanya bencana ini.

“Nah,saya selaku kepala desa setidaknya ingin memberikan solusi serta membantu meringankan beban dan kerugian  masyarakat, dengan berharap pemerintah kabupaten Pesawaran bisa memberikan solusinya, apa yang menjadi harapan masyarakat terutama masyarakat di Desa Sukajaya Pedada Ini ,”harapnya.

Saadi Yusup menjelaskan bahwa terjadinya terjangan banjir yang menimpa hektaran  lahan sawah milik masyarakat ini, lataran arus air yang ada di Bendungan Way Sepepeh tidak bisa menampung, di tambah Intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga air meluap menerjang areal sawah yang masih enam bulan masa tanam.

“Masalah Bendungan Way Sepepeh yang ada di Desa Batu Raja memang  sudah saya ajukan dalam musrenbang tingkat Kecamatan,agar segera di benahi karna akan berdampak buruk jika tidak dilakukan tindakan,ternyata ini benar terjadi,”jelasnya.

Ia juga mengatakan jika Bendungan Way Sepepeh segera di benahai tentunya keberadan air  bisa di bagi,lataran aliran air bercabang  dua antara Way Baturaja dan Way Cambai.

“Nah, kemarin terjadinya karna airan air banyak yang tertumpah di Way Cambay semua akibatnya selain air merendam beberapa rumah warga, air juga menerjanga areal pesawahan yang ada di tiga desa ini ,”kata Saadi.

Sementara itu saat di konfirmasi selaku Kepala Dinas Pertanian Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan bahwa keberadaan lahan sawah di Kecamatan Punduh Pedada yang terdampak banjir tersebut tidak terdaptar dalam asuransi. Namun,dirinya menyarankan kepada masyarakat untuk mengajukan permohonan kepada pemerintah Pesawaran atau ke Dinas Pertanian untuk mendapatkan solusinya.

“Kalau untuk ganti rugi tidak ada, karna lahan sawah masyarakat tersebut tidak di  asuransikan, tapi tetap akan kita bantu bagaimana solusi meringankan beban masyarakat yang sawahnya terdampak banjir ,”kata Anca.

Lagian juga kata Anca pihak Dinas Pertanian Pesawaran sampai saat ini belum menerima laporan dari UPT Kecamatan setempat dengan adanya hektaran sawah yang di terjang banjir,kemungkinan karna lahan sawah milik warga yang terdampak bencana ini tidak di daptarkan dalam asuransi.

“Meskipun lahan sawah masyarakat ini tidak di daptarkan dalam asuransi tapi kita akan tetap carikan solusinya, namun saya sarankan kepada masyarakat yang sawahanya terdampak banjir agar mengajukan permohonan agar nati bisa kita carikan solusinya,”pungkasnya,(ydn).