TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Kota budaya berbasis ekologi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) nanti, akan lahir sosok makhluk yang secara khusus telah disepakati dengan nama Bunian. Sosok makhluk yang nantinya akan menjaga pepohonan, sumber-sumber air juga alam semesta yang ada di Tubaba.

Upaya tercapainya tujuan itu menjadikan Tubaba sebagai Kota budaya berbasis ekologi, kita telah menyusun langkah dan strategi yang mungkin sedikit lebih menyentuh kepada wilayah-wilayah mitologi dan filosofis.

Menurut Bupati, dalam sharing time tersebut kita juga ingin memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang, kiranya setelah stonehenge 5000 tahun yang lalu rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat yang bersifat megalitikum.  

“Dari itulah, kita ingin menandai relasi hubungan manusia dan alam dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, menjadi agar bantaran sungai dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta.” Kata Bupati dalam sambutannya dikutip translampung.com pada (22/1/2020) sekitar pukul 10.15 WIB.

Lanjut dia, kebaikan itu rasanya harus  kita sebarluaskan kepada orang lain sehingga kebaikan yang kita tanam ini bisa benar-benar meluas di tanah yang kita cita-citakan ini.

 “Mohon dukungan kepada seluruh warga masyarakat agar kiranya ini bisa benar-benar menghasilkan sebuah pemikiran yang berguna khususnya untuk Tubaba dan bagi alam semesta.” Imbuhnya. (D/R).