Jakarta – Komnas PA telah berencana melakukan investigasi secara mendalam kepada Panti Asuhan Elim HKBP di Kota Pematang Siantar. Hal ini dilakukan menyusul adanya dugaan terjadinya praktek-praktek kekerasan terhadap anak dalam pengelolaan Panti.

” Kita jadwalkan pekan depan Tim Investigasi dan Rehabilitasi Sosial Komnas PA melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pematang Siantar dan sekaligus mendatangi Panti Asuhan Elim HKBP untuk melakukan investigasi secara mendalam atas dugaan kekerasan terhadap anak sekaligus meminta penjelasan secara detail kepada seluruh pengelola dan pengurus Panti Asuhan Elim HKBP di Siantar dan anak-anak penghuni panti asuhan terduga korban. ” ujar Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA, dalam keterangan persnya, Jum’at (16/7).

Lebih lanjut dikatakan Arist, untuk memenuhi standar investigasi dan informasi yang lebih akurat, nantinya tim akan melakukan wawancara secara khusus terhadap anak-anak panti korban kekerasan sebelumnya untuk diberikan kesempatan memberikan keterangan terhadap dugaan praktek kekerasan yang terjadi di Panti Asuhan yang berlatar belakang agama tersebut.

“Kami telah menyiapkan Investigator independen untuk mengumpulkan barang bukti, fakta yang akurat supaya informasi hasil temuan tidak menjadi liar dan dapat dijadikan langkah perbaikan dan penegakan hukum sebagai gerakan gereja memutus mata rantai kekerasan fisik, psikis dan seksual dilingkungan gereja. Kita juga akan bekerja sama dengan Polres Pematang Siantar dan juga pimpinan HKBP” tegasnya.

Oleh sebab itu, Arist Merdeka Sirait meminta kepada seluruh pengurus pengelola Panti Asuhan Elim HKBP untuk tidak menghilangkan barang bukti seperti CCTV sampai investigasi diselesaikan dan meminta kepada pimpinan HKBP untuk tidak terburu-buru memutasikan pengelola panti asuhan, agar informasi tidak menjadi liar apalagi memaksa saksi korban keluar dari panti asuhan dengan ancaman dimandirikan atau tidak lagi menjadi urusan panti. (tim)