Jakarta – Terbongkarnya kasus eksploitasi seksual komersial anak di Jakarta Pusat yang dilakukan warga negara Prancis telah menambah rentetan panjang kasus eksploitasi seksual komersial terhadap anak di Indonesia. Belum lama ini pula telah terjadi tindak asusila di Kabupaten Lampung Timur yang dilakukan oleh oknum petugas yang seharusnya bertugas menjaga malah sebaliknya kembali merudapaksa korban.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan bahwa panjangnya deretan kasus kekerasan seksual pada anak ini adalah bukti masih lemah dan lambannya penegakan hukum di Indonesia. Dirinya juga mengatakan bahwa masih minimnya kesadaran pemerintah dan masyarakat sehingga semakin menyulitkan pemutusan mata rantai rentetan kasus ini.

” Saya mendesak pemerintah khususnya Menko PMK untuk segera menerbitkan PP mengenai kebiri bagi pelaku ataupun predator kekerasan seksual pada anak. Saat ini di Indonesia sudah darurat sekali kondisinya, jadi jangan sampai dianggap remeh. Apalagi saat ini masih dalam rangka Hari Anak Nasional 2020. Cepatlah diajukan dan diterbitkan. Kita semua harus melakukan apa yang kita bisa untuk memutus mata rantai semua kasus ini. ” tandas Arist.

Sebanyak 3.705 laporan mengenai kasus kekerasan pada anak diterima oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam kurun waktu Maret hingga Juni 2020.