Jakarta – Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas tindakan cepat Satreskrimun Polres Belawan sehingga mengakibatkan terbongkarnya praktik prostitusi dan eksploitasi seksual komersial pada anak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Terungkapnya kasus yang terjadi di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan ini berawal dari laporan Ibu korban awalnya mengetahui anaknya (korban_ red) pergi dari rumah dengan tujuan ke Medan untuk menjaga neneknya yang sedang sakit. Namun diketahui bahwa anaknya diduga telah dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di salah tempat kusuk Lulur milik tersangka.

Kasat Reskrim Polres pelabuhan Belawan AKP I Kadek, SH dalam keterangan tertulisnya mengatakan pihak kepolisian lalu menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penggerebekan tempat prostitusi anak dengan modus kusuk lulur yang diketahui milik tersangka.

Tersangka yang diketahui berinisial RT (45) merupakan warga Desa Tanjung selamat Pasar 2 Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Usai melakukan penggerebekan polisi menggeledah di tempat Lulur tersebut langsung menggiring tersangka ke Mako Polres pelabuhan Belawan untuk dimintai keterangan.

” Terhadaptersangka dipersangkakan pasal 76 UU pasal 88 undang-undang RI Nomor : 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara pungkasnya. Kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut karena tidak menutup kemungkinan akan adanya korban-korban yang lain ” ujar Kadek.

Atas kasus ini, Komnas perlindungan anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara akan segera membentuk tim investigasi dan Rehabilitasi Sosial Anak guna memberikan dampingan rehabilitasi sosial, hukum dan psikososial terapi.