Bandar Lampung – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait mengecam keras peristiwa dugaan pencabulan anak dibawah umur yang diduga dilakukan oknum P2TP2A Kabupaten Lampung Timur.

“Ini termasuk kasus extraordinary crime. Luar biasa biadab. Korban yang sengaja dititipkan dirumah aman agar bisa didampingi dari kasus pencabulan yang sebelumnya, ini yang ada malah dicabuli lagi. Bahkan oleh oknum yang seharusnya melindungi. Diluar nalar sekali.” ujar Arist.

Menurutnya, KPAI mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap oknum terduga pelaku yang dapat dijerat dengan UU No. 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kejadian ini sangat menodai gerakan perlindungan anak di Indonesia pada umumnya dan di Lampung khususnya. P2TP2A yang seharusnya menjadi ujung tombak perlindungan anak, justru oknum didalamnya melakukan tindakan memalukan ini. Pihak kepolisian harus bertindak tegas dan cepat, jangan sampai ada intervensi-intervensi dalam kasus ini.” tegasnya.

Lebih lanjut arist menuturkan, bahwa peristiwa ini meupakan ajang koreksi bagi pemerintah agar lebih berhati – hati dalam merekrut petugas yang berhubungan dengan bidang perlindungan anak agar peristiwa ini tidak kembali terulang.