TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA –  Menyikapi adanya dugaan proses persalinan yang menyebabkan hilangnya nyawa ibu dan anak di salah satu rumah sakit di Lampung Utara  pada Rabu 17 Juni 2020, pagi lalu, mendapat reaksi dari Ketua DPRD Lampung Utara Romli.


Dikatakan Romli, dirinya mengetahui dari berita dimedia, salah satu stap honorer di DPRD Lampura bersama anak dalam kandungannya meninggal dunia akibat dugaan buruknya penanganan medis pada saat proses persalinan yang sedang di jalani korban di salah satu rumah sakit di Lampura, 


” Saya sangat prihatin atas kejadian ini, dikarenakan akibat dugaan kelalaian dalam proses persalinan mengakibatkan ibu dan anak yang sedang dalam kandungan meninggal dunia,” ucap Romli rabu (24/06/2020)


Dari hasil keterangan yang saya terima kata Romli, pasien masuk hari Selasa 16 Juni 2020 pagi sekira pukul 10.00 WIB. Hingga pada keesokan harinya (Rabu 17 Juni 2020,red) sekira pukul 06.00 WIB, Ibu dan Bayi yang sedang dalam kandungan tersebut meninggal dunia.


” Jadi, proses persalinan itu berlangsung selama satu hari satu malam. Oleh sebab itu dirinya juga sangat kecewa atas pelayanan dirumah sakit tersebut, yang mana selama satu hari satu malam  diduga tidak ada tindakan yang berarti.


” Seharusnya pihak-pihak terkait lebih tau keadaan pasien, apakah harus dilakukan tindakan atau tidak. Oleh karena itu Saya berharap peristiwa tersebut tidak terulang lagi pada pasien-pasien lainnya, karena jika peristiwa serupa terulang kembali, dapat menyebabkan dampak yang sangat buruk bagi pasien-pasien yang sangat membutuhkan pelayanan di Rumah Sakit tersebut,” ucapnya


” Saya dengar masalah ini sudah masuk keranah hukum, menurut saya itu wajar, karena apabila kita masyarakat merasa dizolimi dan dirugikan, ya hukum itulah tempat mengadu dan diproses, terkait benar dan salah biarkan hukum yang menyampaikannya,” kata Romli


Terkait langkah DPRD dalam menyikapi ini lanjut Romli,  dirinya akan menggelar rapat dengan mitra komisi, yang membidangi, yaitu melalui komisi IV DPRD setempat apakah akan hearing  atas tindak lanjut atas berita-berita yang sudah ada.


Namun menurut Romli, terkait masalah hearing tersebut, ketika persoalan itu belum masuk dalam proses hukum, itu yang lebih baik. Sebab hearing itu hakikatnya memberikan fasilitator ketika ada persoalan. Jika ketika telah masuk dalam ranah hukum, menurut dirinya biarkan saja proses hukum itu yang berjalan. 
” Kita akan  monitoring atas jalannya proses hukum tersebut, sudah sejauh mana perkembangannya,” ucap Romli (Ek)