Pengantar: Station Manager Citilink Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Bambang Irawan begitu menerima dan membaca tulisan berjudul “Ciri-Ciri Orang Baik” yang dikirimkan ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan pada Minggu siang, 11 Juli 2021 spontan memberikan komentar panjang. Di bawah ini tanggapannya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Terima kasih banyak Bapak Aqua Dwipayana atas kiriman tulisan yang berjudul “Ciri-Ciri Orang Baik”. Saya langsung membacanya sampai tuntas.

Selesai membaca tulisan itu, saya berkesimpulan bahwa semua yang ada dalam tulisan tersebut, terdapat pada diri bapak. Saya berani mengatakan demikian setelah lama dan intens berteman akrab sama Pak Aqua.

Sejak saya tugas sebagai Station Manager Citilink Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Diawali pertemanan Pak Aqua dengan Direktur Utama Citilink Bapak Juliandra Nurtjahjo. Hingga sekarang saya pindah tugas ke Jakarta.

Bapak setiap ketemu siapapun termasuk kepada orang yang belum Pak Aqua kenal, selalu tersenyum tulus. Saat bersama bapak, saya sering memperhatikan hal tersebut.

Tanpa sedikitpun canggung dan ragu-ragu, Pak Aqua mengajak setiap orang yang berada didekat bapak untuk berkomunikasi. Biasanya bapak yang lebih dulu menyapa orang tersebut.

Karena hati Pak Aqua bersih dan selalu berpikiran positif serta melakukannya dengan tulus ikhlas sehingga orang yang diajak berkomunikasi merasa nyaman dan nyambung ngobrolnya. Apalagi sebagai Pakar Komunikasi, bapak dengan cepat bisa menyesuaikan diri bicara dengan setiap orang.

Saat berkomunikasi, Pak Aqua selalu menebar aura positif. Jika ada masalah, berusaha untuk menenangkan situasi dan seperti sedang tidak terjadi apa-apa. Bapak tidak pernah marah dan emosi.

Contohnya ketika beberapa kali terjadi keterlambatan keberangkatan pesawat Citilink yang mau bapak naiki. Saat saya atau teman menyampaikan informasi tersebut yang diawali dengan permohonan maaf, Pak Aqua bersikap santai saja. Hal itu membuat saya dan teman-teman sangat nyaman.

“Santai saja Pak Bambang. Tidak apa-apa. Saya sangat memahami keterlambatan keberangkatan pesawat Citilink itu. Terpenting semuanya aman sehingga selamat sampai di tujuan,” ujar Pak Aqua beberapa kali kepada saya dan teman-teman, sambil tersenyum.

Sikap yang sama Pak Aqua tunjukkan sekitar sebulan lalu saat saya menyampaikan curahan hati tentang salah seorang keluarga saya. Bapak memberikan respon yang sangat menenangkan sekaligus memberikan penguatan.

Tidak hanya itu, Pak Aqua siap setiap saat mengulurkan tangan untuk membantu. Hal itu membuat saya sekeluarga jadi tenang dan termotivasi untuk menuntaskan masalahnya.

Kehormatan Membantu
Pak Aqua juga tidak pernah lelah membantu dan menyenangkan banyak orang. Bapak melakukannya secara universal dan tulus ikhlas.

Saat memberikan bantuan tidak melihat latar belakang orang yang dibantu. Jika bisa membantu, bapak langsung melakukannya tanpa pamrih. Tidak pernah mengharapkan balasan dari siapapun apalagi dari orang yang dibantu.

Semuanya bapak niatkan ibadah. Sepenuhnya karena TUHAN. Pak Aqua hanya mengharapkan ridho dan balasan dariNYA.

Selama ini saya amati saat memberikan bantuan, Pak Aqua melakukannya tanpa beban. Sama sekali tidak ada hitung-hitungannya. Bapak enteng saja melaksanakannya.

Bantuan yang bapak berikan tidak selalu materi. Wujudnya dalam bentuk yang lain seperti pikiran, tenaga, dan akses. Di antaranya jika ada saudara-saudara atau teman-teman Pak Aqua mau naik pesawat Citilink, bapak mengusahakan untuk blok tempat duduknya, menunggu di lounge, dan ada juga yang perubahan jadwal atau rute.

Biasanya saya dan teman-teman di Citilink dengan senang hati dan suka cita langsung merespon permohonan bantuan dari Pak Aqua. Ada rasa syukur dan merupakan kehormatan bisa membantu bapak.

Menariknya setelah memberikan bantuan kepada siapapun, bapak yang selalu mengucapkan terima.kasih. seharuskan kan sebaliknya, orang yang telah Pak Aqua bantu.

Saya tahu bapak menyampaikan itu sebagai rasa syukur dan berterima kasih pada TUHAN yang telah memberi segala kenikmatannya kepada Pak Aqua. Juga yang mempermudah seluruh bantuan yang sudah diberikan ke banyak orang.

Terkait dengan itu setiap ada orang yang mengapresiasi atas berbagai bantuan yang telah Pak Aqua berikan, selalu spontan menjawab bahwa semuanya karena ALLAH SWT. Bapak hanya melaksanakan perintahNYA dan berusaha melakukannya secara optimal.

Sponitas tersebut menunjukkan bahwa Pak Aqua merasa semua yang dilakukan adalah karena TUHAN Sang Pencipta. Bapak hanya sebagai “pesuruh” dan melaksanakan perintahNYA.

Meski selama ini Pak Aqua telah menolong banyak orang termasuk membiayai ratusan orang umrah ke Tanah Suci dan memberikan beasiswa kepada banyak orang hingga program doktoral atau S3, bapak sama sekali tidak sombong. Bahkan sikap bapak sebaliknya, seperti tidak pernah berbuat apa-apa membantu sesama. 

Nguwongke Porter
Pak Aqua rendah hati sekali. Di manapun berada penampilan bapak selalu sederhana. Jika orang yang tidak mengenal bapak, mungkin ada yang menyepelekan bapak karena hanya melihat dari tampilan luar saja. Namun begitu tahu tentang Pak Aqua dan semua kiprah bapak, pasti orang itu sangat kaget dan malu atas sikapnya tersebut.

Sementara Pak Aqua yang sejak kecil biasa diremehkan orang karena mempunyai orangtua yang kurang mampu, santai saja menghadapi itu. Seperti tidak terjadi apa-apa.

Kebiasaan bapak selama ini langsung memaafkan orang yang meremehkan dan berbuat negatif kepada bapak. Kemudian mendoakan orang tersebut agar hatinya jadi bersih dan pikirannya positif.

Tidak hanya cepat memaafkan. Jika merasa berbuat salah sekecil apapun itu, Pak Aqua langsung minta maaf. Di samping selalu berucap “minta tolong” dan “terima kasih” kepada orang yang dimintai bantuan dan setelah memberi bantuan.

Sering saya perhatikan komunikasi bapak dengan para porter di Bandara. Kepada mereka yang menawarkan jasanya, saat menyuruh membawakan barang-barang bawaan bapak, menyampaikan minta tolong.

Kemudian minta maaf karena barangnya banyak. Setelah semuanya diserahkan kepada petugas di konter check in, Pak Aqua mengucapkan terima kasih sambil tersenyum dengan memberikan sejumlah uang yang nominalnya lumayan besar.

Petugas porter yang menerimanya senang sekali. Saya melihat bapak menghormati, nguwongke dia. Selain itu komunikasinya tidak ada jarak dan diberi rezeki lumayan besar.

Dengan serius Pak Aqua sering menanyakan kabar porter tersebut, sudah berapa lama jadi porter, dan tentang keluarga mereka. Tentunya porter yang ditanya senang karena merasa diperhatikan.

Saya selalu teringat ucapan Pak Aqua yang mengatakan memberi berapapun uang ke para porter, tidak membuat mereka kaya. Juga pemberinya tidak jadi miskin.

Saya menilai Pak Aqua itu adalah gurunya bahkan dosennya orang baik. Di manapun berada secara optimal selalu mengajarkan ke setiap orang arti kebaikan di semua lini kehidupan. Pokoknya komplit.

Selain itu Pak Aqua telah memutuskan memilih melaksanakan kata-kata mutiara yang disampaikan Kapolri pada era pemerintahan Presiden Soeharto, Jenderal Pol Hoegeng Iman Santoso. Kutipannya di bawah ini.

MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TETAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG BAIK.

Pak Aqua memilih menjadi orang baik. Bukan menjadi orang penting. Ini terlihat nyata dari berbagai aktivitas yang konsisten bapak lakukan sehari-hari. Silaturahim dengan ikhlas, membantu banyak orang tanpa pamrih, serta melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi.

Lanjutkan terus Pak Aqua pengabdiannya. Saya dan banyak orang selalu mendukung berbagai aktivitas bapak dan meneladaninya. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Bogor saya ucapkan selamat berusaha secara optimal menjadi orang baik. Salam hormat buat keluarga. 21.15 11072021😃<<<

Aqua Dwipayana
Penulis dan Motivator Nasional