PANARAGAN (translampung.com)– Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menghimbau para penyuluh Agama baik ditingkat Kecamatan maupun Tiyuh (Desa), untuk melakukan perketatan terkait Legalitas Kotak Amal.

Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Tubaba, melalui Efrizon Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, Selasa (22/12/2020) pukul 11.00 Wib.

“Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu belakangan ini isu atau kabar adanya penyalahgunaan dana Kotak Amal untuk kegiatan Radikalisme dari Pemerintah Pusat melalui Dirjen Kemenag Republik Indonesia, maka secara lisan hal itu sudah disampaikan dari Pusat sampai tingkat Daerah.” Ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya saat ini sudah memberikan himbauan, agar para Penyuluh Agama dapat mendata keberadaan Kotak Amal yang ada di Tubaba, serta mencatat Legalitasnya.

“Jika nanti sudah ada Surat Keputusan (SK) resmi dari Pemerintah Pusat untuk Legalitas Kotak Amal tersebut, maka kita akan langsung mengumpulkan laporan-laporan terkait Kotak Amal yang kurang jelas Legalitasnya. Dan saat ini, sambil berjalan para Penyuluh mulai melakukan pemantauan tempat-tempat keberadaan Kotak Amal untuk di data.” Terangnya.

Sementara itu, pada Kamis (17/12/2020). Pihak Polres Tulangbawang Barat mulai gencar melakukan sosialisasi penyebaran Kotak Amal yang berada di wilayah Hukumnya untuk mengetahui Identitas yang tercantum di Kotak Amal tersebut.

“Kita saat ini mulai melakukan penyisiran dan memberikan sosialisasi serta himbauan seperti kepada Alfamart dan Indomaret agar tidak menerima Kotak Amal yang identitasnya belum jelas, hal itu juga sudah disampaikan tentunya dari Kapolri untuk kemudian Polda hingga Polres bisa melakukan sosialisasi tersebut.” Pungkas Kasat Binmas Polres Tubaba IPTU Suhardi, mewakili Kapolres Tubaba AKBP.Hadi Saepul Rahman, S.IK. (D/R)