TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Kelanjutan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) gelombang kedua atau Periode bulan Juli hingga September tahun 2020, di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, akan ditetapkan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus).

Dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Kabupaten Tubaba, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Tiyuh (Desa), Iwan Setiawan. Bahwa DPMT telah melakukan rapat pembahasan mengenai BLT DD gelombang dua, bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Agus Subagio, Inspektorat, Kabag Hukum, dan para Camat, di ruang Asisten I, pada Rabu (22/7/2020) pukul 09.00 Wib.

“Dari rapat tersebut, maka telah diputuskan, untuk kelanjutan BLT DD akan ditetapkan melalui Tiyuh masing-masing, melalui Musdessus. Hal itu juga sesuai dengan edaran dari Gubernur Nomor 414.1/2028/V.12/2020 tentang Persiapan Penyaluran BLT DD gelombang dua,” terangnya, kepada translampung.com pukul 16.00 Wib.

Untuk itu, lanjut dia, besok DPMT akan memberikan edaran disetiap Tiyuh, untuk melakukan Musdessus paling lambat sebelum akhir Juli. Sehingga apapun keputusan kelanjutan BLT tergantung hasil dari kesepakatan dan melihat kondisi keuangan Desa.

“Berdasarkan Permendes Nomor 7 tahun 2020 tentang skala prioritas, BLT DD akan diperpanjang selama tiga bulan kembali dengan Nominal Rp 300 Ribu per Penerima. Namun, dalam Permendes tersebut, jika keuangan tidak memungkinkan, maka BLT tidak diperpanjang, apalagi DD tahap 3 hanya 20 persen,” tuturnya.

Selain itu, jelas dia, jika memang BLT DD di suatu Tiyuh diperpanjang, maka harus kembali menyusun Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Tiyuh (APBT).

Kemudian, jika memang berlanjut BLT DD, maka akan ada beberapa kemungkinan, yakni Penerima bisa saja berasal dari data BLT gelombang 1, ada juga yang separuh dari pendataan baru, lalu bisa juga Penerima berbeda dari sebelumnya karena di data ulang.

“Namun, apapun keputusan Musdessus akan dilaporkan melalui Camat kepada DPMT dan Pimpinan, agar bisa segera diproses paling lambat minggu keempat bulan Juli ini,” imbuhnya. (D/R)