LAMPUNG UTARA – Kejaksaan Negeri Lampung Utara masih menunggu hasil audit rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi yang dilakukan oleh inspektorat kabupaten Lampung utara.

hal tersebut disampaikan oleh kasi intelijen kejaksaan negeri Lampung Utara Hafiezd, SH.MH saat dikonfirmasi Dikantor Kejari lampura,Rabu (7/04/2021) terkait tindaklanjut atas laporan ormas gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK) Lampung Utara.

“Itu kita limpahkan ke inspektorat, karna kita tahu juga kan dari media juga memberitakan bahwa itu sedang di tindak lanjuti oleh pihak inspektorat, jadi sekarang kita masih menunggu hasil dari inspektorat,” Kata Hafiezd.

Saat ditanya apakah kejaksaan melimpahkan hal itu ke inspektorat. Dikatakan Hafeizd, ya kita bukan melimpahkan berkasnya, namun kita meminta kepada pihak inspektorat untuk melakukan permintaan itu,”Terang dia.

Jadi kita masih menunggu hasil dari pemeriksaan dari inspektorat, kalau nanti ada temuan dari pihak inspektorat apakah itu ada indikasi tindak pidana korupsi baru itu kita tindak lanjut. Namun kalau hasil dari pada inspektorat tidak ada maka akan lihat dulu,” tegasnya

Sebelumnya pada hari Senin (15/03/2021) Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK) Lampung Utara melaporkan dugaan indikasi kebocoran anggaran rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi ke pihak kejaksaan negeri Lampung Utara.

Rombongan yang dipimpin langsung ketua DPD GMPK Iwan Setiawan Ali Hasan yang didampingi Sekretaris syafruddin SH.MH, devisi hukum fauzi aripin.SH.wakil sekretaris aromza sangaji.SE.dan Humas GMPK Adi Rasyid, diterima oleh kasi intelijen kejaksaan negeri Kotabumi Hafiezd, SH.MH diruang kerjanya. Senin (15/03/2021)

Dalam kesempatan itu Devisi hukum ormas GMPK Fauzi Arifin menyerahkan berkas laporan tersebut kepada kasi Intel Kejari lampura Hafiezd.

Humas GMPK Adi Rasyid saat dikonfirmasi usai menyerahkan berkas laporan menyampaikan, kami dari gmpk lampung utara hari ini Senin (15/03/2021) mengantarkan laporan dugaan indikasi kebocoran anggaran dirumah sakit umum ryacudu Kotabumi.

Selain itu terkait banyaknya keluhan tidak terbayarnya darah, tidak terbayarnya jasa pelayanan karyawan rumah sakit, dan supir ambulan yang hingga sekitar 6 bulan belum dibayarkan, bahkan ada hutang hingga sekitar 10 miliar, jadi infut, outfut nya tidak sesuai.

Oleh karenanya masalah ini kita serahkan kepenegakkan hukum, apalagi kita dengar juga pihak inspektorat akan melakukan audit dirumah sakit tersebut, dan kita berharap ini akan menjadi efek jera bagi petinggi petinggi lain,” ini Kotabumi kalau bukan kita yang perduli Lampung Utara, siapa lagi, jadi kita jangan diam, saat ini lah kita harus perduli terhadap Lampung Utara.tegas Adi Rasyid

Insya Allah kita percaya dan kita berharap kejaksaan negeri Lampung Utara akan bekerja aktip dan dapat menuaikan hasil untuk masyarakat Lampung Utara.” Jadi bukan buat GMPK tapi buat masyarakat Lampung Utara. pungkasnya.(Ek)