Translampung – Sekitar 2 bulan terakhir ini saya kembali melaksanakan rutinitas menyenangkan seperti yang telah saya lakukan sekitar 15 tahun, sejak 2005. Senin dini hari meninggalkan rumah Bogor. Lewat Bandara Soetta Tangerang atau Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta berkunjung ke berbagai kota di Indonesia. Jumat sore atau malam dari salah satu bandara itu kembali ke Bogor._

Agendanya selalu sama. Silaturahim serta sharing Komunikasi dan Motivasi. Topik bahasannya beragam sesuai dengan kesepakatan pihak yang mengundang saya. Dasarnya adalah Ilmu Komunikasi sesuai keahlian saya.

Sementara pandemi Covid-19 masih berlangsung. Entah kapan selesainya. Tidak ada seorangpun yang tahu. Hanya dapat meramalkan saja yang belum tentu kebenarannya.

Ironisnya beberapa minggu terakhir ini semakin banyak korbannya di berbagai kota termasuk di ibu kota negara Jakarta. Sehingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai hari ini, Senin (14/9/2020) kembali melaksanakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Melakukan Semua Kegiatan karena “Panggilan” TUHAN
Sampai hari ini banyak teman yang bertanya tentang kegiatan saya di berbagai kota yang dikaitkan dengan pandemi Covid-19. Umumnya mereka heran karena saya tetap aktif berbagi pada sesama. Melaksanakan sharing Komunikasi dan Motivasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat.

Saya katakan ke mereka bahwa keikhlasan melakukan semua aktivitas – silaturahim serta sharing Komunikasi dan Motivasi – yang membuat saya dengan ringan dan tanpa beban melaksanakan semua aktivitas tersebut.

Seluruh kegiatan itu saya niatkan ibadah, sepenuhnya karena TUHAN. Jadi saya melakukannya karena “panggilan” TUHAN Sang Pencipta alam semesta. Bukan disebabkan yang lain apalagi yang sifatnya duniawi.

Hal itu membuat saya tetap selalu memohon perlindungan ke TUHAN. Setelah berdoa, melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten, serta berusaha secara optimal bahagia untuk menjaga imunitas tubuh, saya pasrah total. Saya meyakini itu adalah sikap yang terbaik.

Yakin yang Terbaik Menurut TUHAN
Apapun yang bakal terjadi, saya dengan ikhlas menerimanya. Yakin bahwa menurut TUHAN itu adalah yang terbaik. Saya wajib mensyukurinya.

Keikhlasan itu gampang diucapkan dan sangat bisa dilaksanakan. Atas ijin TUHAN semuanya dapat terwujud.

Sebagai hambahnya saya secara konsisten dengan maksimal berusaha melaksanakan tiga hal. Hatinya selalu bersih, berkomunikasi baik dengan semua orang dan tetap berpikir positif.

Saya sangat bersyukur karena saat pandemi Covid-19 ini dapat langsung berada di tengah-tengah orang yang membutuhkan motivasi agar tetap semangat mewujudkan kinerja terbaik. Semoga semuanya bernilai ibadah. Aamiin ya robbal aalamiin…

Sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok Tengah, NTB serta menjelang sharing Komunikasi dan Motivasi di Kodim 1620/Lombok Tengah, saya ucapkan selamat berusaha mewujudkan keikhlasan dalam diri masing-masing. Salam hormat buat keluarga. 08.09 14092020😃<<<