TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN-Pelaksanaan kegiatan pelatihan tentang Tata kelola Keuangan Desa yang di lakasanakan oleh tujuh desa di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran menuia pertanyaan.

Pasalanya dalam pelaksanaan yang di lakukan di akhir tahun 2020 ini juga di lakukan dalam masa pandemi Covid -19, selain itu juga dalam pelaksanana ini tanpa melalui koordinasi terlebih dahulu dengan ketua Apdesi kecamatan setempat.

“Saya tidak tau kalau mereka (tujuh desa ) itu melaksanakan pelatihan, saya taunya pas ada kiriman poto salah satu kepala Desa di grup Whatsaap,”kata Fauzi selaku  Ketua Apdesi Kecamatan Padang Cermin saat di hubungi belum lama ini.

“Ya,pada intinya mereka melaksanakan itu tidak berkoordinasi dahulu dengan saya selaku ketua Apsdesi di kecamatan ini,”sesal Fauzi.

Semntara itu menurut sumber yang enggan di tulis namanya ini mengatakan bahwa dalam pelaksanaan  kegiatan ini di ikuti sebanyak tujuh desa dengan biya perdesa Rp 5 juta rupiah ,dan setiap desa mengutus dua peserta untuk mengikuti pelatihan ini.

“Nah,setau saya kegiatan ini di motori oleh oknum pemeritahan Desa (RY dan Ic) juga selaku pemateri dalam kegitan ini,juga bekerjasama dengan salah satu oknum berinisial ( AS) yang notabenya sebagai pembuat laporan untuk APBdes tujuh desa ini .Selain itu  juga melibatkan salah satu oknum pendamping Desa di Kecamatan Padang Cermin ,”kata sumber kepada Translampung.com yang mewanti-wanti namanya tidak di tulis, Sabtu (02/01/2021).

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini di laksanakan di salah satu Hotel di bilangan kota Bandarlampung yakni pada tanggal  30 Desember 2020 menjelang tahun baru 2021,padahal sudah jelas dalam anggaran APBdes tahun 2020 tidak ada kegiatan ini.

“Nah,parahnya lagi setau saya untuk dana pelatihan ini akan di anggarkan di 2021 untuk LPJ nya, tapi kegiatanya di laksanakan di tahun 2020 ini. jadi untuk anggaranya 7 desa ini iuran dengan nilai Rp 5 juta untuk perdesa ya, sudah jelas menyalahin aturan,”ucapnya.

Dia juga menambahakan bahwa oknum AS ini merupakan sepesialis pembuat laporan APBedes yang setiap tahunya mengadakan kegiatan seperti ini.Dan bukan di tahun ini saja melakukan kegiatan ,di tahun lalu juga pernah melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini di Daerah Bandung Provinsi Jawa Barat.

“Intinya oknum-oknum  ini sengaja mencari keuntungan dari desa yang melakukan kegiatan ini, kalau memang dia mau memberikan ilmu nya tentunya sampai saat ini desa-desa yang membuat APBDes nya bisa mandiri tanpa melalui jasanya ini tidak terus menerus di lakukanya ,”terangnya.

“Cobak kalau dipikir di tengah Pademi Covid -19 ini agaran yang di keluarkan oleh kepada Desa untuk pelatihan ini di gunakan untuk masyarakat yang mendapatkan BLT DD pastinya sangat bermanfaat ,tapi tidak berpikir kesitu itulah yang saya sayangakan ,”sesalnya.

Sampai berita ini di turunkan sayangnya saat di konfirmasi melalui sambungan telpnnya selaku Camat Padang Cermin Darsoyo  belum bisa memberikan jawaban, begitu juga dengan kedua onum  PMD dan juga AS selaku oknum pembuat APBes  tujuh Desa di kecamatan Padang Cermin ini belum bisa di mintai keteranganya ,(ydn).