PANARAGAN (translampung.com)– Jelang penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengupayakan pemenuhan indikator penilaian.

Hal tersebut disampaikan Kepala DP3A Tubaba, Munyati, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, Selasa (23/2/2021) pukul 13.10 Wib.

“Tahun ini akan diadakan kegiatan penilaian KLA yang direncanakan pada bulan Maret-April 2021 oleh tim dari Pusat dan Pemerintah Provinsi, untuk melihat apakah Kabupaten Tubaba sudah dapat dinobatkan menjadi KLA atau belum. Karena pada tahun sebelumnya kita masih ada kekurangan pada poin-poin indikator penilaian.” Ungkapnya.

Untuk itu, saat ini DP3A Tubaba sedang berupaya terus dalam pemenuhan indikator-indikator penilaian yang terdiri dari 24 indikator yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan ke dalam 5 (lima) kluster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA), serta 1 penguatan kelembagaan.

“Adapun kluster tersebut yakni, 1) hak sipil dan kebebasan, 2) lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, 3) kesehatan dasar dan kesejahteraan, 4) pendidikan, rekreasi, seni budaya, dan 5) perlindungan khusus.” Ujarnya.

Indikator-indikator tersebut masuk dalam kelima kluster dan satu kelembagaan itu, diantaranya pelayanan Fasilitas Kesehatan, Infrastruktur Ramah Anak, Perda KLA, Air Minum dan Sanitasi, Kasus Kekerasan Anak, dan lainnya.

“Oleh karenanya, sebagai bentuk persiapan kita juga akan menggencarkan pembentukan PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di setiap Tiyuh sebagai salah satu Indikator di Kelembagaan masyarakat yang membidangi. Dan diharapkan tahun ini kita bisa mendapat Anugerah KLA tersebut.” Imbuhnya. (D/R)