TRANSLAMPUNG. COM, LAMBAR
-Jajaran Polres Lampung Barat (Lambar) menjadi Inspektur upacara di sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum setempat (Lambar). Senin (07/10).

Salah satunya, Kapolres Lambar AKBP Rahmat Tri Haryadi S.ik.M.H saat menjadi inspektur upacara di SMA N1 liwa menyosialisasikan dan memberi imbauan tertib berlalu lintas, khususnya kepada para generasi millennial, mengingat sekarang Polres setempat akan terus menertibkan pengendara yang nakal.

Selain itu, pada kesempatan yang baik tersebut Kapolres mengajak siswa-siswi semua untuk mengisi kemerdekaan yang sudah di raih dengan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membawa nama harum bagi bangsa indonesia.

“Mengutip kalimat Bung Karno “beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia” makna dari kalimat Bung Karno ini bahwa di tangan para pemudalah masa depan bangsa dan negara indonesia, “ujar Kapolres.

Para pelajar harus mampu dan dapat mengambil peran sehingga nantinya bisa menjadi harapan bangsa, pemimpin di masa yang akan datang. langkah nyata yang perlu dilakukan untuk memajukan bangsa dan negara republik indonesia, yaitu meningkatkan disiplin dalam segala hal.

“Giat belajar, kejar cita-cita, menjaga sikap dan perilaku sopan santun yang merupakan warisan leluhur, maknai dan pahami nilai-nilai yang ada dalam butir butir pancasila dan UUD 1945 sehingga tidak terjadi pergeseran norma kehidupan berbangsa dan bernegara, ”ucap Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan tentang keselamatan berlalu lintas berdasarkan data di Polres Lambar angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu sebanyak 23 kasus meninggal akibat benturan kepala karena tidak menggunakan helm.

“Saya harap tidak ada lagi korban–korban Lakalantas dari pelajar dengan cara adik–adik patuhilah peraturan lalu lintas guna terhindar dari kecelakaan, dengan cara tidak mengendarai sepeda motor sebelum usia mencapai 17 tahun, karena sebelum memasuki usia itu tingkat psikologis seseorang dalam mengontrol kendaraan masih labil, “imbuhnya.

Dilanjutkannya, selalu gunakan helm SNI setiap mengendarai dan membonceng kendaraan roda dua, sehingga apabila terjadi kecelakaan mengurangi fatalitas akibat kecelakaan, gunakan kaca spion untuk lebih waspada dalam mengendarai kendaraan roda dua serta mematuhi aturan lalu lintas lainnya.

“Hindari paham radikalisme di kalangan pelajar. perlu diketahui definisi radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial maupun politik dengan menggunakan cara-cara yang kasar dan ekstrim. secara umum kelompok radikal menginginkan perubahan dalam waktu yang singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang ada di masyarakat, “tandasnya.