PANARAGAN (Translampung.com)–Burung Perkutut itulah nama yang disematkan padanya, selain sarat dengan aura mistis, Makhluk ciptaan allah S.W.T satu ini,  juga santri pertama Nabi Adam.As, kala turun di Dunia.

Selain memiliki lantunan suara merdu, Burung Perkutut juga memiliki khas Katuranggan pada tubuhnya, yang katanya dapat dipelihara atau tidak oleh sang tuannya.

Sadar atas kepunahan nantinya, dan upaya pelestarian Burung Perkutut yang berkembang biak di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, komunitas Q-tiran Tubaba melepaskan beberapa diantara burung tersebut 

Pelepasan Burung Perkutut itu, dilakukan oleh seluruh anggota Komunitas Q-Tiran Tubaba, bahkan diantara mereka tampak juga Budi Prayoga, selaku Ketua Perkutut Katuranggan Nusantara (KSN) yang cukup dikenal dalam kalangan pecinta Perkutut.

“Pelepasan ini kita tujukan bagian dari upaya pelestarian Perkutut lokal Tubaba, dengan demikian perkembang biakan mereka nati nya tetap terjaga, meski ada yang dipelihara sebagaimana saat ini.” Katanya dikutip translampung.com pada (30/10/2020) sekitar pukul 16.45 Wib.

Nampaknya kehadiran Komunitas Q-Kitiran Tubaba tidak hanya mendapat dukungan dari semua kaula, akan tetapi, Bupati belia Umar Ahmad pun turut memberikan apresiasi dengan cara ikut andil dalam gantangan Perkutut di Uluan Nughrik Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, para camat dan kepala Tiyuh 
se Tubaba pun juga meramaikan gantangan Perkutut itu, dengan memamerkan Ayam Jantan jenis alas atau sering disebut warga lokal Tubaba Ayam Brugo. (D/R).