JALAN JONGKOK: Limabelas pemuda yang diduga mengisap ganja dan menelan pil excimer saat acara komunitas motor di lapangan Pekon Landsbaw, berjalan jongkok menuju ruangan Satres Narkoba Polres Tanggamus untuk diperiksa. (Foto: DOK POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menggiring sedikitnya 15 pemuda untuk diperiksa. Diduga belasan pemuda dari tiga kabupaten berbeda itu, asyik berpesta ganja dan menelan pil excimer saat sedang mengikuti acara di Stan Sekuter Tanggamus di Lapangan Pekon Landsbaw, Kecamatan Gisting, Minggu (24/11) siang.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, S.H. menerangkan, belasan pemuda itu diamankan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan, ada belasan pemuda sedang mengisap ganja di belakang sebuah stan saat acara komunitas sepeda motor.

“Para terduga diamankan di belakang stand Vespa Tanggamus, di Lapangan Pekon Landsbaw, sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Hendra Gunawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Limabelas pemuda tersebut, 13 orang merupakan warga Kabupaten Pringsewu. Mereka masing-masing berinisial MK (23) alias Burok, RB (23) alias Ridho, YA (20) alias Yoga, EM (19) alias Akbar, FF (20) alias Feri, PA (24), SG (30), AM (20), PT (22), AW (19), RT (17), AW (20), dan JA (20).

“Lalu BI (19) warga Kecamatan Gedongtaaan, Kabupaten Pesawaran serta IA (20) warga Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan,” beber kasatres narkoba.

Dari para terduga itu, Hendra Gunawan melanjutkan, turut diamankan barang bukti berupa selinting rokok ganja sisa pakai, 18 butir pil excimer warna kuning, dan uang tunai Rp10 ribu.

“Selain mengisap ganja, mereka juga diduga menelan excimer. Padahal excimer adalah obat antipsikotik fenitiazin yang digunakan untuk mengatasi gangguan psikosis,” papar Hendra Gunawan.

Saat ini, kata dia, para terduga penyalahguna ganja dan pil excimer itu sudah diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Sementara mereka kami amankan guna proses penyidikan lebih lanjut. Dan masih kami dalami darimana mereka mendapatkan barang tersebut,” tandasnya. (ayp)