Translampung – TEPAT sekali jika moderator pada Webinar Series #4 Dies Natalis ke-63 Unpad “Learning and Growth: Mencetak SDM Unggul untuk Unpad Peringkat 500 Dunia”, Rabu (9/9/2020) yakni Direktur Sumber Daya Manusia Unpad Aulia Iskandarsyah, PhD menyebutkan pemaparan yang disampaikan Dr Aqua Dwipayana, MSi sebagai sebuah “inspiring speech” atau ceramah yang menginspirasi banyak pihak terkait dengan kinerja sumber daya manusia di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka nasional tersebut._

Pada webinar yang digelar dalam rangka peringatan Dies Natalis Unpad ke-63 Tahun tersebut, Dr Aqua berbicara di hadapan sekitar 700 orang yang umumnya berprofesi sebagai dosen dan tenaga pendidik melalui fasilitas zoom dan ratusan lainnya melalui streaming YouTube. Webinar dibuka oleh Rektor Unpad Prof Dr Rina Indiastuti, SE, MSIE. Pembicata lain hadir setelah Pak Aqua Dwipayana menyampaikan ceramah kuncinya, yani Dekan Fakultas Psikologi Unpad Prof Hendriati Agustiani, Dekan Fakultas Keperawatan Unpad Henny Suzana Meidiani, PhD, Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat.

Pada pemaparannya, seperti biasa, alumnus prodi magister dan doktoral Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad tersebut memberikan materi yang menyentuh dengan pemaparan bahasa yang sederhana tapi berisi. Pak Aqua tidak menampilkan paparan yang teoretis-akademis tetapi berpijak pada realitas autentik fakta yang sesungguhnya dihadapi. Dengan begitu, siapapun akan merasa dekat dan terkait dengan apa yang dituturkan oleh penulis buku super best seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” tersebut.

Dr Aqua yang sangat menghormati para gurunya, terutama Guru Besar Komunikasi dari Fikom Unpad Prof Deddy Mulyana, PhD, menegaskan bahwa keberadaan sumber daya manusia di lingkungan sebuah organisasi, termasuk Unpad, adalah potensi yang luar biasa. Apalagi dengan tekad Unpad untuk masuk peringkat 500 perguruan tinggi dunia. Terpenting adalah terciptanya sinergi di antara dosen, tendik, mahasiswa, dan alumni sebagai aset besar yang bisa dioptimalkan.

Pada pemaparan lebih lanjut, pria yang telah mengumrahkan ratusan orang dari royalti penjualan buku “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” dan keterlibatan banyak jejaring sahabatnya dalam donasi itu menegaskan bahwa faktor yang juga strategis adalah komitmen semua unsur dalam organisasi. “Komitmen kuat dari seluruh unsur kelembagaan di lingkungan Universitas Padjadjaran menjadi syarat terwujudnya target kampus perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Provinsi Jawa Barat itu untuk masuk dalam daftar peringkat 500 perguruan tinggi terbaik dunia,” kata Dr Aqua Dwipayana.

Optimisme itu, menurut ayahanda dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana, harus terus diapungkan sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan di internal Unpad, baik pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, termasuk mahasiswa.

Sebagai sosok yang santun dan rendah hati, Pak Aqua juga menyampaikan rasa syukur bahwa dirinya bisa hadir melakukan sharing Komunikasi dan komunikasi di kampus almamaternya. “Rasa syukur ini juga menjadi kata lain dari kebanggaan saya sebagai bagian dari alumni Unpad karena saya menempuh studi S2 dan S3 di kampus ini,” ungkap Pak Aqua.

Ia mengatakan, potensi kekayaan Unpad sebagai salah satu PTN terkemuka di tanah air ini begitu besar. Dengan jumlah dosen mencapai 2.906 orang, 2.146 orang tenaga kependidikan, 34.168 mahasiswa aktif, dan lebih dari 270 ribu alumni, potensi untuk maju dan menampilkan kinerja terbaik itu sangat hebat. Tinggal kini bagaimana dapat memaksimalkan kekompakan dan komitmen kuat semua pihak.

Pak Aqua yang berbicara di depan para dosen, tendik, dan mahasiswa Unpad melanjutkan bahwa dalam setiap penerimaan mahasiswa baru (PMB), Unpad selalu menjadi salah satu kampus favorit. “Hal ini tentu jangan membuat SDM yang ada di internal Unpad menjadi berpuas diri. Sebaliknya, menghadapi tantangan globalisasi 4.0, kita justru harus terus-menerus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas. Selain kelebihan kita juga harus mengakui masih ada berbagai kelemahan. Intensitas kehadiran dosen, misalnya, juga menjadi salah satu hal yang harus diperbaiki,” kata Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu.

Keteladanan Pimpinan Jadi Faktor Penting
DI sisi lain, Pak Aqua yang sudah melanglangbuana ke puluhan negara dan hampir semua wilayah di Tanah Air untuk menyampaikan sharing Komunikasi dan Motivasi ini menegaskan bahwa keteladanan pimpinan juga menjadi faktor penting. “Sikap responsif dan komitmen tertinggi dari setiap unsur pimpinan di semua bagian diharapkan menjadi teladan bagi jajaran di bawahnya. Hal ini harus berlangsung dari tingkat universitas sampai fakultas. Juga yang jangan dilupakan adalah potensi alumni seperti yang disampaikan Rektor Ibu Rina,” kata Pak Aqua

Potensi alumni yang tersebar pada berbagai bidang pengabdian seperti menjadi birokrat, pengusaha, dan aktif di bidang lain harus dimaksimallkan. “Insya ALLAH jika potensi ini dioptiomalkan dan kemudian semua bisa diajak berembuk dan melakukan upaya-upaya bersama, maka akan terjadi percepatan dari tujuan yang kita inginkan,” tegas mantan wartawan di banyak media ini.

Pak Aqua menambahkan bahwa SDM adalah insan penggerak organisasi. Maka, dalam upaya mewujudkan SDM yang unggul semua potensi harus dikuatkan. “Untuk memunculkan keteladanan, sebaiknya di setiap fakultas harus ada ‘role model’ yang bisa secara konsisten menjalankan praktik yang dapat diikuti yang lainnya,” ujarnya.

Jika itu dapat dilakukan maka harapan atau target Unpad mencapai peringkat 500 dunia harus menjadi momentum memunculkan sinergi semua pihak. “Dalam konsep Rektor Bu Rina yang saya baca ada program Reconnection Unpad’s Alumni. Hal ini menimbulkan optimisme bahwa kita bisa mewujudkan hal ini,” ucap penulis banyak buku itu.

Ia menyampaikan beberapa pesan inspiratif bahwa manusia unggul tidak hanya dari aspek kecerdasan. “Manusia unggul tidak hanya cerdas tapi juga harus jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, komunikatif, dan bijaksana. Ada unsur integritas yang harus ada di dalamnya,” tegas Pak Aqua.

Ada tiga hal, ia menambahkan, yang harus dilakukan secara konsekuen yakni komitmen, konsisten, dan pada akhirnya memunculkan sosok yang kredibel. “Di atas semuanya, hal terpenting adalah komitmen pada kinerja kita. Menurut Konfusius, orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan tetapi hebat dalam tindakan,” ungkap anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia ini.

Pesan inspiratif dari Pak Aqua Dwipayana ini menunjukkan bahwa orang yang “berisi” tidak pernah menyampaikan sesuatu dalam bahasa yang melebih-lebihkan tapi justru santun dan selalu menempatkan pihak lain sebagai guru dalam berkehidupan. “Inspring speech” dari Dr Aqua Dwipayana memang menginspirasi dan memotivasi.***

Penulis Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung.