Oleh: Aqua Dwipayana

Slmt siang Bpk Aqua yg baik. Nggih Bpk. Saya ikhlas dan tetap semangat menatap masa depan yg Insa Allah lebih baik. Matur suwun atas support dan kebaikan Bpk Aqua selama ini ke saya.🙏

Demikian WA yang Senin siang kemarin (23/11/2020) saya terima dari seorang teman yang baru saja mendapat info pemberhentian dirinya sebagai direktur utama (dirut) di perusahaan yang telah lama dipimpinnya. Rencana itu sudah didengarnya sejak beberapa minggu lalu.

Saya menerima WA dari teman itu saat sedang di Hotel Mercure Cikini Jakarta. Sesaat setelah sekitar satu jam video call sama teman baik saya, presiden direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Teman itu mengirimkan WA tersebut merespon WA saya. Isinya berikut ini. “Selamat siang Pak … (namanya sengaja dirahasiakan-pen). Mohon sabar ya. Ambil hikmah dari semua yg terjadi. Saya yakin Bapak akan mendapatkan yg lebih baik karena Bapak orang baik. Sampai kapanpun Bapak tetap saudara saya. Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Pak …”

Setelah menerima WA-nya, saya langsung telefon teman itu. Menegaskan bahwa berhenti sebagai dirut di perusahaannya bukan berarti dunia kiamat.

Di luar perusahaannya masih banyak tempat mengabdi yang lebih menantang buat dirinya. Saya yakin teman itu bisa menaklukkannya. Apalagi selama ini termasuk saat pandemi Covid-19, beliau sukses mempertahankan perusahaan tetap beroperasi. Meski kondisinya sangat sulit.

Selalu Mendoakan, Bercerita Sambil Meneteskan Air Mata
Saya tegaskan jangan pernah marah apalagi dendam pada orang-orang yang mendzoliminya. Sebaiknya selalu mendoakan mereka. Serahkan sepenuhnya kepada TUHAN untuk menuntaskannya.

Yakinlah itu adalah keputusan yang terbaik. TUHAN tentunya lebih tahu yang akan dilakukan pada mereka. Apalagi yang paling berhak memutuskannya adalah Sang Pencipta umat manusia.

Beberapa minggu sebelum ini saat saya transit sekitar 2 jam di kota tempat teman itu bekerja, kami sempat ketemu sambil makan siang. Waktu itu kepada saya diceritakan kronologis dari A sampai Z hingga pemegang saham memutuskan memberhentikan dia.

Teman itu bercerita sambil meneteskan air mata. Membayangkan kondisi sulit hidupnya jika tidak lagi menjadi dirut di perusahaan tersebut.

Saya katakan salah satu risiko jadi karyawan meski jabatannya dirut adalah diberhentikan setiap saat oleh pemegang saham. Tidak bisa melawan karena itu hak prerogatif pemilik perusahaan.

Apalagi kalau dinilai berbuat salah. Pemegang saham dengan mudahnya akan memberhentikan karena alasannya kuat.

Bersyukur Berhasil Menyemangati Teman yang Awalnya Putus Asa
Saya sampaikan bahwa saya sejak sekitar 15 tahun lalu – tepatnya 30 September 2005 – sudah berhenti sebagai karyawan di Semen Cibinong yang belakangan berubah nama jadi Holcim Indonesia. Setelah dibeli Semen Indonesia namanya diganti jadi Solusi Bangun Indonesia.

Sejak berhenti jadi karyawan mantap memutuskan untuk mandiri. Meski tanpa embel-embel jabatan hingga sekarang, sudah 15 tahun tetap bertahan. Bahkan dari aspek kualitas kehidupan dari waktu ke waktu jauh lebih baik.

Paling utama menjadi diri sendiri. Bebas merdeka. Atasan satu-satunya hanya TUHAN.

Hal tersebut sengaja saya sampaikan ke teman itu untuk memberi semangat ke dia. Sekaligus menunjukkan bahwa rejeki ada di mana saja, tidak hanya di perusahaan yang pernah dipimpinnya.

Karena pengalamannya sudah banyak, saya menyarankan ke teman itu untuk mandiri, usaha sendiri. Jangan berpikir kembali jadi karyawan. Kalau itu terjadi tidak ada kemajuan.

Saya menyampaikan kalau teman itu sudah ada rencana dalam hidupnya, setiap saat siap membantu. Tinggal di komunikasikan saja ke saya. Hal itu sengaja saya sampaikan untuk menambah semangat pada dirinya.

“Siap Pak Aqua. Semua pesan Bapak akan saya laksanakan. Saya jadi semangat dan sangat ikhlas berhenti jadi dirut,” kata teman itu dengan mantap.

Setelah kami ngobrol saya sangat bersyukur. Berhasil menyemangati teman yang awalnya putus asa dan tidak semangat. Alhamdulillah…

Saat menikmati cuaca mendung di Bogor saya ucapkan selamat berusaha menyemangati mereka yang demotivasi sehingga mengoptimalkan potensi dirinya. Salam hormat buat keluarga. 17.15 24112020😃<<<