EKSPOSE BANDAR EKSTASI: Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya memimpin ekspose bandar ekstasi dari Kecamatan Wonosobo, yang dihadiri Bupati Tanggamus Dewi Handajani dan Wabup AM. Syafi’i, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Dandim 0424 Letkol (Inf) Arman Aris Sallo.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, S.I.K. mendapatkan “kado” istimewa saat peringatan Hari Bhayangkara ke-74. “Hadiah” itu dipersembahkan oleh Tim Cobra Satres Narkoba Polres Tanggamus.

Sebab mereka berhasil membekuk tersangka bandar pil ekstasi berlogo LV dari wilayah Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Selain meyimpan ratusan butir pil ekstasi, tersangka juga memiliki sepucuk revolver rakitan dan beberapa jenis senjata tajam.

Rasa bangga dan apresiasi Kapolres Tanggamus atas keberhasilan Tim Cobra Satres Narkoba itu, diungkapkan saat press release di mapolres setempat, Rabu (1/7/2020). Turut hadir Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, S.Sos., Dandim 0424 Letkol (Inf) Arman Aris Sallo, dan Wabup Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag.

“Saya merasa sangat bangga, atas ‘hadiah’ istimewa di HUT ke-74 Bhayangkara ini. ‘Hadiah’ yang berupa pengungkapan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Terima kasih Ibu Bupati, Bapak Ketua DPRD, dan Bapak Wabup Tanggamus telah menyempatkan hadir,” ujar kapolres.

Oni Prasetya menegaskan, Polres Tanggamus bersama Pemkab dan Forkopimda, sepakat anti-narkoba dan terus berupaya memerangi segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif dan obat-obatan terlarang itu.

“Oleh karena itu, kita bersama masyarakat, harus bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba. Sebab penyalahgunaan (narkoba) ini sangat merusak mental generasi mudah bangsa kita,” tegas Kapolres Tanggamus.

Selain Miliki Ratusan Pil LV, Tersangka Punya Senpi Rakitan

KASATRES Narkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra Wijaya, S.H. menjelaskan, tersangka bandar pil ekstasi berlogo LV adalah Sepriyadi (28) alias Sep. KTP-nya menunjukkan bahwa ia berasal dari Kelurahan Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

JELASKAN PENANGKAPAN: Kasatres Narkoba AKP I Made Indra Wijaya menjelaskan kronologi penangkapan Sepriyadi (28) tersangka bandar ekstasi di Tanggamus.

“Penangkapan oleh Tim Cobra, dilakukan Selasa (30/6/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Tersangka saat itu berada di sebuah rumah di Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo,” ujar mantan Kasatres Narkoba Polres Way Kanan itu.

I Made Indra Wijaya melanjutkan, selain menangkap Sepriyadi, jajarannya juga berhasil mengamankan beragam barang bukti. Antara lain 2 buah plastik klip ukuran besar, berisi pil ekstasi berlogo LV warna cream sebanyak 183 butir; 2 buah plastik klip ukuran besar, berisi 180 butir pil LV warna cream; 1 buah plastik klip ukuran sedang, berisi 10 butir pil LV warna cream; dan 2 buah plastik klip ukuran sedang, berisi 20 butir pil ekstasi berwarna abu-abu.

“Selain itu, ada juga barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan berwarna silver beserta 3 butir amunisi, sebilah celurit, sebilah badik, dan sebilah pisau sangkur. Kemudian sebuah jaket, sebuah tas selempang, dan satu perangkat alat judi koprok. Berikutnya uang tunai sebesar Rp1.400.000, sebuah dompet warna coklat, dan 3 unit handphone,” beber kasatres narkoba.

Untuk selanjutnya, kata I Made Indra Wijaya, tersangka Sepriyadi dan semua barang bukti, dibawa ke Satres Narkoba Polres Tanggamus guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Tersangka bandar ekstasi ini, terancam dijerat pasal berlapis. Yaitu pasal untuk narkoba dan pasal senpi rakitannya. Untuk narkoba, tersangka kami kenai Pasal 114 Ayat 2 subsider 112 Ayat 2. Kemudian untuk senpi rakitannya, akan ditangani terpisah oleh Satreskrim,” tandas I Made Indra Wijaya.

Ekstasi Dipasok oleh Kakak Tersangka yang Kini Buronan

MASIH menurut Kasatres Narkoba AKP I Made Indra Wijaya, dari pemeriksaan maraton terhadap tersangka Sepriyadi, didapatkan keterangan bahwa pil ekstasi itu dipasok oleh kakaknya.

“Saat ini, kakak tersangka itu melarikan diri dan masih kami buru. Sudah kami masukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar kasatres narkoba.

Menurut pengakuan Sepriyadi, ia sudah cukup lama menjual pil ekstasi. Mirisnya, konsumen pil terlarang itu tak melulu orang dewasa. Tetapi juga para pelajar atau remaja usia tanggung yang juga putus sekolah. Biasanya, Sepriyadi bisa “memanen” banyak uang, saat ada acara hiburan organ tunggal.

“Dalam hiburan organ tunggal itu, tersangka mengaku dapat menjual banyal pil ekstasi ini. Harga yang ia patok biasanya Rp300 ribu per butir. Namun jika semakin menjelang pagi, maka harganya semakin naik. Per butirnya, tersangka bisa mendapatkan untung Rp80 ribu. Sementara dalam sepekan, ia bisa menjual 30 sampai 50 butir,” beber kasatres narkoba. (ayp)