PANARAGAN (translampung.com)– Produksi Padi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, tahun 2021 ini sudah mencapai 14.596 Hektar yang dipanen, dengan rata-rata per Hektar menghasilkan 5 Ton.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tubaba, Syamsul Komar, didampingi Yayit Zamhuri, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, Kamis (5/8/2021) pukul 13.20 Wib.

Dikatakan Yayit, hingga bulan Agustus 2021, tercatat Panen Padi oleh masyarakat Petani di Kabupaten Tubaba ini sudah mencapai 14.596 Hektar. Itu terbagi yakni, 13.596 Hektar Panen pada musim Rendeng bulan Maret – April lalu, dan 1.000 Hektar merupakan Panen pada musim Gadu Juli kemarin, dengan Varietas Padi bermacam-macam seperti Inpari 32, Inpari 42, Ciherang, Cilamaya Muncul, Klawu, dan beberapa jenis Hibrida.

“Untuk areal tanam Padi pada musim Gadu ini tidak sebanyak musim Rendeng, yang mana di musim Gadu ini masyarakat hanya menanam Padi dengan luas lahan sekitar 3.000 Hektar, sementara di musim Rendeng 13.596 Hektar. Sehingga, hanya terdapat 2.000 Hektar lahan Padi saja yang masih akan dipanen pada musim ini.” Ujarnya.

Menurutnya, penurunan luas lahan yang ditanam tersebut, dikarenakan Sawah atau Areal Irigasi Teknis tidak dapat ditanam. Sebab, masih ada perbaikan pada perairan Way Rarem sebagai sumber Irigasi.

“Seperti diketahui, areal Sawah atau lahan tempat tanam Padi di Tubaba ini lebih banyak yang bergantung pada Irigasi. Sehingga kebanyakan Petani hanya bisa Panen setahun sekali selama perbaikan Irigasi Way Rarem sejak tahun 2019.” Terangnya.

Lanjut dia, berdasar data yang dihimpun, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir tepatnya 2019 dan 2020 lalu, hasil panen kita hanya mendapat 75.625 Ton saja, dibandingkan pada tahun 2018 sebelum perbaikan Irigasi dapat mencapai 118.838 Ton. Kendati demikian, hasil panen tersebut masih tetap mencukupi kebutuhan produksi konsumsi masyarakat, sehingga tidak diperlukan Impor.

“Untuk menyiasati kekosongan periode tanam tersebut, masyarakat Petani diarahkan untuk melakukan penanaman jenis palawija seperti Jagung, Kacang-kacangan, atau bisa juga Ubi Kayu, guna menunjang perekonomian masyarakat.” Imbuhnya. (D/R)