Lampung Barat – Hari ini, Sabtu (7/11) pukul 13.30 WIB,  Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) akan menggelar webinar program  Jelajah Negeriku, Jalan Jalan ala ASATI di Kabupaten Lampung Barat dengan tema Pesona Lampung Barat Bumi Sekala Bekhak ‘The Hidden Paradise.

Kegiatan webinar program jelajah negeriku, jalan jalan ala ASATI tersebut akan dihadiri Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baperekraf RI Dr.Ir.Hasi Santoso Sungkari, M.H, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) Dr.H.Safta Nirwandar, S.E,  Raja Duta Perbangsa Jubir Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung Seem R Canggu, S.E, M.M, Kadisparekraf Bandarlampung Dr. Edarwan, S.E, M.Si, Kepala Disporapar Lampung Barat Tri Umaryani, S.P, M.Si. 

Kemudian,  CEO D’MC Coffee Ketua Masyarakat Indikasi Geografis Kopi Robusta Lampung (MIG KRL) Mahatma Gandhi, Ketua DPD ASATI Lampung Yulius Indarasyah,  Ketua Umum ASATI M Syukri Machmud , Pengusaha Kopi Luwak H. Sapri dan Tukang Ngopi Jalan Jalan Ahmad Supriyono.  

Dikatakan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Tri Umaryan menjelaskan, saat ini ASATI sedang gencar mempromosikan objek wisata, dimana mereka telah mempromosikan destinasi wisata di sejumlah daerah seperti halnya Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur dan untuk minggu ini ASATI mempromosikan destinasi wisata di Lampung Barat.

Kata dia, untuk Lampung Barat sendiri, akan mempromosikan wisata kopi karena kopi wisata merupakan salah satu daya tarik di kabupaten setempat.

Menurutnya, selain menikmati pesona alamnya juga bisa menikmati salah satu kulinernya yang selama ini diminati wisatawan lokal atau luar daerah.
“Kita akan mengangkat kopi luwak Lampung Barat,” jelas wanita berkacamata tersebut.

Menurut dia, peserta webinar ini dari berbagai daerah sehingga melalui program Jelajah Negeriku, Jalan-Jalan ala ASATI setidaknya membantu Kabupaten Lambar untuk mempromosikan wisata kopi di Kabupaten Lambar dan harapannya menambah daya tarik wisatawan sehingga pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat Lambar.

Pihaknya menilai selama ini Dinas fokus mengangkat wisata budaya, wisata alam dan agrowisata tetapi belum mengangkat pelaku ekonomi kreatifnya sehingga untuk saat ini pihaknya akan mengangkat dari segi pelaku ekonomi kreatif dari salah satu komoditi unggulan yaitu Ratu Luwak.

“Dengan adanya webinar ini bisa mengenalkan pariwisata kepada masyarakat luas walaupun secara virtual karena saya juga nanti akan menyampaikan paparan dan ada video-video sehingga masyarakat bisa tertarik,” terangnya. (Safri)