“Pak Aqua, TUHAN sayang sekali kepada saya. Setelah sekitar 45 hari dirawat di rumah sakit yang 2 minggu di antaranya memakai ventilator, kondisi saya membaik. Semoga saya segera sembuh total dari Covid-19. Mohon Pak Aqua doakan terus saya. Aamiin…” Ungkap teman baik saya yang saat ini sedang pemulihan kesehatan setelah hampir 2 bulan lalu kena Covid-19.

Saat teman itu kontak saya menginfokan dirinya kena Covid-19, saya kaget sekali plus sedih banget. Perasaan saya campur aduk.

Saya nyaris tidak percaya. Apalagi selama ini teman tersebut sangat peduli pada kesehatannya. Sehingga di manapun berada selalu ekstra hati-hati agar tidak kena Covid-19.

Teman itu bahkan berkali-kali mengingatkan saya untuk lebih hati-hati. Apalagi memonitor jadwal saya yang super padat baik silaturahim maupun Sharing Komunikasi dan Motivasi di berbagai kota.

“Jadwal Pak Aqua padat sekali. Banyak orang yang membutuhkan bapak. Jadi tolong bapak selalu jaga kesehatan ya. Jangan capek-capek dan selalu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ujar teman yang pengusaha di bidang alat-alat kesehatan itu berkali-kali.

Saya senang dengan semua nasihat yang disampaikannya. Saya berjanji dengan senang hati melaksanakannya.

Kondisinya Memburuk, Segera Dilarikan ke Rumah Sakit agar Mendapat Perawatan Intensif

Awalnya teman itu sempat isolasi mandiri di apartemennya. Hanya sendiri di sana. Sedangkan keluarganya memonitor dari apartemen lain yang dekat situ.

Hal itu sengaja dilakukan agar tidak menulari keluarga: istri dan anak-anaknya. Selama 24 jam mereka siap memberi pertolongan jika dibutuhkan.

Ternyata kondisinya memburuk. Akhirnya diputuskan untuk segera dilarikan ke rumah sakit agar mendapat perawatan intensif.

Bersamaan dengan itu telepon genggamnya dinonaktifkan. Sejak itu komunikasi untuk mengetahui perkembangan kesehatan lewat istri dan anak-anaknya.

Mereka aktif menginfokan perkembangan kesehatan suami dan papanya. Sekaligus mohon doa untuk kesembuhan laki-laki sukses yang sangat rendah hati itu.

Kesehatan Jauh Lebih Penting Dibandingkan Harta yang Banyak

Kamis siang (29/10/2020) lalu kami bicara lama lewat telepon. Saat itu saya sedang di mobil dalam perjalanan dari Solo, Jawa Tengah, ke Madiun, Jawa Timur. Saya merasakan betapa senangnya teman itu ketika kami ngobrol. Berkali-kali dia mengucapkan syukur dan terima kasih.

Menariknya setelah sembuh total, teman itu bertekad memperbanyak melayani umat dan mengurangi aktivitas duniawi. Itu sengaja diniatkannya sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih ke TUHAN karena sembuh dari Covid-19.

“Pak Aqua, sebelum sakit sekitar 75 persen waktu saya buat kerja. Setelah sembuh total saya akan mengurangi frekuensinya dan memperbanyak melayani umat. Aktivitas duniawi saya kurangi,” ujar teman itu dengan serius.

Saat sakit Covid-19 teman itu merasakan sekali bahwa harta banyak yang dimiliki sebagai hasil kerja kerasnya tidak ada artinya. Ternyata kesehatan jauh lebih penting. Nilainya mahal sekali, mengalahkan segala-galanya.

Lewat sakit Covid-19 yang dialaminya, TUHAN memberi kesadaran hakikih kepada teman itu agar lebih mengutamakan pelayanan ke umat daripada aktivitas lainnya termasuk bisnis. Alhamdulillah…

Semoga teman yang memiliki banyak karyawan dan bisnisnya berskala internasional itu dapat segera sembuh total sehingga bisa mewujudkan semua niat baiknya. Aamiin ya robbal aalamiin…

>>>Dari Bogor setelah hampir 2 minggu berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Komjen Pol Boy Rafli Amar, saya ucapkan selamat mensyukuri kesehatan prima yang diberikan TUHAN. Salam hormat buat keluarga. 22.00 31102020😃<<<