TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan masyarakat perangi korupsi (GMPK) Kabupaten Lampung Utara meminta kepada aparat penegak hukum (APH) baik dari kepolisian dan kejaksaan untuk memeriksa ataupun jemput bola terkait realisasi anggaran covid 19 di rumah sakit umum daerah Ryacudu kotabumi tahun 2020 yang mencapai miliaran rupiah.

“Saya humas DPD GMPK Lampura berharap kepada pihak aparat penegak hukum (APH) baik dari kejaksaan negeri lampura maupun pihak kepolisian polres Lampung Utara untuk segera menjemput bola terkait dugaan ketidaktransparan realisasi anggaran covid tahun 2020 di rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi,” ucap Adi Rasyid saat diwawancarai media ini, Kamis (25/02/2021)

Menurut Adi Rasyid, pernyataan mantan direktur rumah sakit ryacudu dr. Syah Indra Husada Lubis dalam pemberitaan dimedia sangatlah janggal, ini ada apa, kok bisa seorang direktur tidak mengetahui persis realisasi anggaran covid di rumah sakit yang dipimpinnya,” apakah dia (direktur) tidak tahu apakah itu hanya alasannya saja, tapi apapun itu alasannya realisasi dana covid 19 itu realisasinya harus jelas. Jadi kalo dirinya mengatakan suruh menunggu ini dan itu seharusnya dia selaku pemimpin pada saat itu harus paham,” kata Adi Rasyid

Sangat tidak wajar seorang Plt direktur saat itu dr Syah Indra beralasan tidak tahu pasti realisasi anggaran di rumah sakit itu, apalagi dana tersebut nilainya mencapai ratusan juta bahkan mencapai milyaran rupiah. Dan beliau tersebut sudah menjabat kurang lebih 4 tahun sebagai PLT direktur RSUD HM Ryacudu ,”Katanya

Untuk itu saya tegaskan, GMPK akan menjadi yang terdepan untuk mengawal hal-hal tang berbau indikasi dugaan penyimpangan maupun dugaan korupsinya.di Lampung Utara, khususnya dirumah sakit umum Ryacudu.

“Mengingat instruksi pimpinan kami, Irjen pol (Purn) dr. Bibit samad riyanto, selaku mantan petinggi KPK, sudah mengintruksikan kami untuk mengawal apapun bentuk dugaan kecurangan yang ada di Lampung utara,” pungkasnya

Diberitakan sebelumnya , Mantan Plt direktur rumah sakit umum ryacudu kotabumi dr Syah Indra Husada Lubis terkesan “buang badan” saat dikonfirmasi terkait anggaran covid 19 tahun 2020 yang bersumber dari DAK rujukan yang diperuntukan rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi.

” Ya ada, dan sudah selesai, itu untuk rehab ruang isolasi, untuk angkanya saya harus tanya dulu ke bagiannya yang memegang bagian tersebut,” ucap dr Syah Indra saat dikonfirmasi usai acara Sertijab Plt direktur rumah sakit umum, rabu (24/02/2021)

Saya akan ambil dulu datanya baru saya bisa jelaskan jangan sampai saya salah bicara, ucapnya sembari melangkah menuju lantai 2 kantor rumah sakit umum ryacudu.

Setelah hampir 2 jam lamanya media ini menunggu, akhirnya dr Syah Indra keluar dari ruangan, ” tadi saya sudah keruang atas untuk mencari staf tehnis saya, tapi kebetulan dia tidak masuk,” kata dr Syah Indra saat ditanya lagi terkait anggaran covid 19 di rumah sakit ryacudu.

” Untuk DAK rujukan tahun 2020 secara detail nya sy tidak tahu, nanti saya akan meminta datanya dulu, nanti saya akan koordinasi dengan direktur yang baru untuk DAK rujukan tahun 2020 secara detail nya saya tidak tahu. ucapnya lagi

Pernyataan dr Syah Indra yang terkesan menyembunyikan besaran anggaran DAK rujukan yang diperuntukan dirumah sakit tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan sekretaris dinas kesehatan yang secara jelas menyampaikan anggaran covid 19 yang bersumber dari DAK rujukan untuk RSUD Ryacudu sebesar 2.2 miliar. , bukan hanya itu, rumah sakit umum Ryacudu juga mendapatkan anggaran yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar 440 juta. Jelas Hendri Us (Eka)