PRINGSEWU – Tim Terpadu Siaga Bencana Kabupaten Pringsewu menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana dengan pimpinan apel Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA. yang digelar di halaman Posko Terpadu Siaga Bencana di Jalan Veteran Pringsewu Barat, Kamis (27/2).

Di hadiri oleh Dandim 0424 Letkol Inf. Arman Aris Sallo, Kapolres Pringsewu yang diwakili Kabag Ops AKP Langgeng, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu Edi Sumber Pamungkas, S.Sos., MM, Kadis Sosial Bambang Suhermanu, S.Sos., Kadis Perhubungan M.Khotim, S.Pd., SE, Kasatpol PP Emil Riady, S.Sos., dan Kadis Kominfo Drs.H.Samsir Kasim, M.Pd.I., Camat dan Danramil serta Kapolsekta Pringsewu, serta diikuti anggota Tim Terpadu Siaga Bencana, Tagana, BPBD, Dishub, Satpol-PP, TNI, Polri, ORARI dan RAPI, serta elemen lainnya.

Seusai apel, dilanjutkan dengan pengarahan oleh Wakil Bupati Pringsewu di hadapan tim terpadu di aula Posko Terpadu Siaga Bencana Kabupaten Pringsewu.

Wabup Pringsewu berharap setelah apel ada action dari Tim Terpadu Siaga Bencana dalam upaya mencegah terjadinya bencana.

“Selain amanat Menteri Dalam Negeri, keberadaan Tim Siaga Bencana ini merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan. Dan forum ini juga dalam rangka antisipasi terjadinya bencana. Fungsikan Posko Terpadu ini sebagaimana mestinya, dan kita bisa meminta bantuan RAPI dan ORARI untuk kegiatan komunikasinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Wabup, bahwa tim terpadu ini bukan hanya berfungsi saat terjadinya bencana saja, tetapi juga sebelum atau antisipasi atau pencegahan dan setelah terjadinya bencana atau pasca bencana.

“Kedepan, saya juga ingin organik PMI juga dilibatkan dalam tim, berikut para sukarelawan. Agar kita bisa bersama-sama mencegah dan menanggulangi terjadinya bencana,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 0424 Letkol Inf.Arman Aris Sallo mengatakan, bencana terbagi menjadi 3 kategori, yakni bencana alam, non alam dan bencana sosial (konflik).

“Kalau bisa di sini ada peta untuk mengetahui wilayah mana yang rawan terjadi bencana dan jenisnya. Dengan adanya peta, semua stakeholders dapat dengan mudah mengetahuinya, sehingga bisa dianalisa dan diantisipasi. Kuncinya adalah gotong royong,” ujarnya.(reza)