TRANSLAMPUNG.COM-PRINGSEWU – Makanan tradisional harus menjadi ‘pembiasaan’ kita dalam rangka mempertahankan sekaligus memperkenalkan salah satu warisan leluhur bangsa.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A. saat membuka dan melaunching Kurma Paris (Kuliner Malam Pajaresuk) di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (18/1/20) malam.

Pembukaan atau launching ini sendiri ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wabup Pringsewu beserta jajaran dan panitia, serta penanaman pohon penghijauan jenis sirsak madu dan daun kelor.

Dikatakan, makanan tradisional selain memiliki citarasa tinggi dan juga merupakan salah satu potensi yang layak untuk dijual.

“Karena itu, saya sangat mendukung dan menyambut baik dengan adanya kegiatan Kurma Paris yang secara khusus menyediakan berbagai jenis makanan tradisional dari berbagai daerah,” katanya.

Fauzi juga mengapresiasi sekaligus mendukung kreativitas masyarakat Pajaresuk dalam rangka memberdayakan potensi ekonomi mereka dengan mengadakan kegiatan yang sangat positif tersebut yang disebutnya sebagai gaya masyarakat Pajaresuk dalam membangun Pringsewu melalui kuliner, sehingga kegiatan seperti ini harus disemangati.

Selain itu, keberadaan Kurma Paris ini menurutnya bisa dijadikan salah satu pilihan tempat ‘nongkrong’ malam minggu sekaligus destinasi wisata kuliner di Pringsewu.

Orang nomor dua di Kabupaten Pringsewu ini juga menyebut peran media sosial yang dinilainya sangat besar dalam mempromosikan dan mensosialisasikan keberadaan Kurma Paris.

Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati Pringsewu bahwa dalam waktu dekat Kabupaten Pringsewu akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Lampung Ke-48 Tahun 2020 pada bulan April mendatang.

Dituturkan wabup bahwa akan ada 1.500 kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se Provinsi Lampung yang akan datang dan menginap di Pringsewu. Menurutnya hal tersebut tentunya menjadi peluang besar untuk melayani sekaligus memperkenalkan Kurma Paris kepada para tamu dari berbagai daerah.

“Saya ada sedikit pantun ; Jalan-jalan ke Gunung Lawu, memakai baju bergaris-garis. Jangan ngaku orang Pringsewu, kalau belum ke Kurma Paris,” ucapnya, yang langsung mendapatkan tepuk tangan yang gemuruh dari masyarakat yang menyaksikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Kurma Paris, Andreas Andoyo, M.T.I. mengatakan, Kurma Paris yang digelar setiap malam minggu ini berasal dari ide warga RT. 001 dan 002 Kelurahan Pajaresuk.

“Ibu-ibu di RT.001 dan 002 ini ternyata memiliki potensi, meskipun awalnya sempat pesimis. Namun ternyata, baru saja buka, tak lama makanan yang dijual langsung habis. Semoga Kurma Paris akan berkesinambungan. Pada kesempatan ini, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pringsewu atas segala dukungannya. Dan Kurma Paris ini ramai pengunjung karena juga disosialisasikan baik melalui media sosial maupun melalui Rapemda Pringsewu FM,” ungkapnya.

Sekaligus disampaikan bahwa selama MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-48 nanti, Kurma Paris berencana akan dibuka setiap hari.

Pembukaan atau launching Kurma Paris yang pada malam pembukaan diikuti sebanyak 34 counter makanan ini juga dihadiri Kadis Koperindag Pringsewu Drs.Masykur Hasan, M.M., Kadis Kominfo Drs.H.Samsir Kasim, M.Pd.I., Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu Edi S.P., S.Sos., M.M., Sekdispora dan Pariwisata Suchairi Sibarani, S.Pd., M.I.P., Camat Pringsewu Drs.Nang Abidin Hasan, Lurah Pajaresuk, serta tokoh masyarakat setempat.(reza)