TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Mantan Plt Direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) HM Ryacudu kotabumi, dr Syah Indra Husada Lubis diduga memberikan pernyataan bohong alias palsu saat dikonfirmasi terkait kevalidan anggaran BLUD dirumah sakit umum Ryacudu Kotabumi.

Dimana dr, Syah Indra yang telah menjabat Plt Direktur rumah sakit Ryacudu lebih dari empat tahun tersebut , menyampaikan jika kelengkapan data dan kevalidan data terkait anggaran BLUD tahun 2020-2021 dirumah sakit umum Ryacudu dapat ditanyakan kepada direktur yang baru dr. Sri Haryati.

Hal tersebut disampaikan dr. Syah Indra saat dikonfirmasi media ini sesaat usai melaksanakan serah terima jabatan direktur rumah sakit ryacudu di aula kantor rumah sakit ryacudu setempat, rabu (24/02/2021)

Dimana saat itu dr. Syah Indra  mengarahkan media ini untuk bertanya langsung kepada direktur rumah sakit umum Ryacudu yang baru.

” Itu juga saya harus melihat angkanya, nanti untuk dana BLUD tersebut nanti saya jawab, saya mau lihat dulu angka angkanya, dan  bisa ditanyakan kepada direktur yang baru, karena direktur yang baru  punya data yang lebih valid lagi,” ucap dr. Syah Indra

Namun anehnya saat dikonfirmasi, direktur rumah sakit umum Ryacudu yang baru dr, Sri Haryati, mengelak jika mempunyai data valid anggaran BLUD rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi.

“Kami waktu mengadakan serah terima jabatan (Sertijab) beberapa waktu yang lalu, saya baru menandatangani sebuah kertas. Tapi sampai hari ini terkait laporan keuangan saya belum menerimanya,”Kata dr. Sri Haryati, saat dikonfirmasi diruang kerjanya. Jum’at (05/03/2021)

Saat disinggung terkait pernyataan dr. Syah Indra yang mengatakan jika direktur yang baru punya data yang lebih valid, dengan tegas dr. Sri Haryati membantah pernyataan tersebut
“Kalo untuk data-data valid, sampai saat ini saya belum lihat data data, apalagi tentang dana covid-19 yang di alokasikan dirumah sakit ini,” ucap dr. Sri.

Untuk sampai saat ini saya belum melihat data-data apalagi tentang dana covid-19 yang dialokasikan sebesar 2,2 milyar tersebut, dan nanti juga akan saya tanyakan kepada yang memegang dana tersebut untuk digunakan apa saja nya,”katanya

Jadi untuk anggaran badan layanan umum daerah (BLUD) dirumah sakit ini, Direktur dr. Sri Haryati mengaku belum ada laporan terkait hal tersebut kepada dirinya.

Saat disinggung apakah benar  isu yang berkembang bahwasanya, dirumah sakit Ryacudu mengalami devisit serta mempunyai hutang sebesar 10 milyar lebih. Dr Sri menuturkan tunggu saja hasil audit.

“Nanti kita lihat tunggu hasil audit, karna insyaallah dalam waktu dekat rumah sakit akan di audit oleh internal terdahulu, dari badan pengawas rumah sakit terdahulu dan badan pengawas rumah sakit tersebut ditentukan oleh pemerintah daerah,”Katanya (Ek)