Pringsewu – Kejaksaan Negeri Pringsewu menahan dua tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) pembangunan Gedung Rawat inap Kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pringsewu. Rabu (07/10/20).

Kedua terdakwa yaitu SR sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan MN sebagai rekanan. Dengan berpakaian rompi pink keduanya dibawa kemobil tahanan dan dititipkan dirutan.

” Setelah pelimpahan dari jaksa penyidik kejari ke jaksa penuntut umum dan kedua terdakwa dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan dan dititipkan di Rumah Tahanan Kota Agung, ” ucap Kajari Pringsewu Amru E. Siregar.

Masih kata Amru, pembangunan gedung yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp.3.557.370.000 ditambah dengan dana sharing dari APBD kabupaten Pringsewu sebesar 15% yaitu Rp. 355.737.000, dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 3.913.107.000 (tiga milyar sembilan ratus tiga belas juta seratus tujuh ribu rupiah).

Akan tetapi Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III tersebut tidak sesuai spesifikasi pada kontrak sehingga menimbulkan kerugian negara yang dilakukan perhitungan kerugian Negara oleh Ahli BPKP yang mendasarkan pada perhitungan tekhnis Ahli konstruksi dengan didasarkan dokumen yang digunakan untuk pembangunan.

Dan didapat hasil bahwa adanya kerugian keuangan Negara dalam pembangunan Gedung Rawat Inap klas III Rumah Sakit Umum (RSUD) kab. Pringsewu TA. 2012 sebesar Rp.± 717.000.000.

” Keduanya dikenakan Pasal 2 uu 31 th 1999 jo pasal 55 kuhp subsider pasal 3 uu 31 th 1999 junto uu no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 kuhp,” tutupnya.(reza)