MESUJI — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji Hj.Elfianah mengaku prihatin atas kinerja satuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Mesuji.

Hal tersebut ia ungkapkan saat tim media meminta tanggapan atas pemanggilan 10 orang kepala puskesmas oleh unit Tipidkor Satreskrim Polres Mesuji beberapa hari yang lalu.

“Kami sangat prihatin atas kinerja gugus tugas penanganan covid-19 di Kabupaten Mesuji, kami minta kepada Polres Mesuji untuk serius, jangan berhenti dan terbuka dalam penanganan apabila ada temuan, penyimpangan didalam penggunaan anggaran jangan ditutup-tutupi,” paparnya pada minggu (17/05)

Lebih lanjut dia juga menyebutkan bahwa sangat dimungkinkan adanya dugaan permainan anggaran yang besar. Untuk itu, ia menegaskan agar dana covid-19 jangan ada penyalahgunaan.

“Tidak menutup kemungkinan ada yang lebih besar lagi, ini dana kemanusiaan bukan untuk bancaan, begitu juga kepada bupati sebagai kuasa pemegang keuangan daerah jangan diam saja, ” lanjutnya.

Disinggung sikap secara kelembagaan, politikus partai nasdem tersebut memastikan akan memanggil Dinas terkait melalui Badan Anggaran.

“Pasti nanti akan kita panggil melalui badan anggaran karena relokasi atau pergeseran anggaran terakhir sesuai edaran Menteri Keuangan wajib pergeseran 50% kami belum diberi tembusan atau pemberitahuan, kalau berkaitan dengan OPD nanti kita hearing melalui komisi yang membidangi, ” tandasnya.(nara)