SAMPAIKAN TUJUAN: Ketua DPC LAN Tanggamus Hi. Budi Hartono menyampaikan tujuan bimtek dan pembekalan internal bagi anggotanya.

“Nggak lucu jika kita memberikan bimtek ke instansi atau kalangan masyarakat, namun para anggota belum memiliki bekal apa yang akan disampaikan,” ujar Ketua DPC LAN Tanggamus, Hi. Budi Hartono.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Meski terhitung baru di Bumi Begawi Jejama, Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Anti Narkotika (DPC LAN) Kabupaten Tanggamus terus “menabuh genderang perang” terhadap segala jenis peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain melakukan program kerja eksternal, DPC LAN Tanggamus yang “dinahkodai” Hi. Budi Hartono, juga tak surut melalukan pembekalan internal.

Secara umum, para pemangku kebijakan dan aparat penegak hukum di Indonesia menyatakan bahwa Indonesia dalam status darurat narkoba. Peredaran gelap dan penyalahgunaan zat adiktif serta obat-obatan terlarang ini, terus merangsek ke semua lini kehidupan masyarakat.

Untuk itu, DPC LAN Tanggamus tak kenal lelah terus berinovasi dan mengembangkan program kerja, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, supaya segala kegiatan tepat sasaran. Tidak “membuang amunisi” dengan percuma.

Selain program kerja eksternal yang menyentuh masyarakat secara individual, parsial, komunal, maupun universal, DPC LAN Tanggamus juga memiliki program kerja internal. Antara lain menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota. Sasarannya adalah membekali pemahaman tentang narkoba terhadap seluruh Anggota DPC LAN Tanggamus. Bimtek berlangsung di Sekretariat DPC LAN Tanggamus Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur, pada Sabtu (16/1).

Divisi Penyuluhan DPC LAN Tanggamus, Dedi Haryanto mengatakan, pembekalan dan bimtek bagi anggota LAN Tanggamus meliputi beberapa aspek. Yaitu pemahaman hukum dalam menjalankan program jangka pendek dan jangka panjang. Serta bagaimana cara kerja menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

Menurut Dedi Haryanto, kini darurat narkoba sudah ada di “teras rumah” dan sudah sangat dekat. Karena itu menjadi tugas dan tanggungjawab semua pihak, terutama anggota LAN untuk saling menasehati kebenaran dalam kesabaran. Terpenting bagi kalangan muda dan anak usia sekolah.

“Penyalahgunaan narkoba sudah ada dari tingkat paling bawah sampai tingkat atas. Inilah panggilan, tugas, dan tantangan kita untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat luas. Jangan sampai kita yang malah jadi ‘penyayang’ narkoba tersebut,” tegas Dedi.

Dia juga mengatakan semua divisi pada tubuh DPC LAN Tanggamus, harus saling bersinergi. Baik secara internal maupun eksternal. Khususnya dengan aparatur penegak hukum. Pengurus dan anggota DPC LAN Tanggamus harus siap untuk melakukan tes urin setiap saat.

“Hal itu untuk membuktikan dan menjadi contoh, kita sebagai garda terdepan pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ajak Dedi.

Kemudian Ketua Walet Reaksi Cepat (WRC) DPC LAN Tanggamus, Basharuddin berharap, agar anggota LAN di masing-masing divisi bisa berkoordinasi satu sama lain dengan baik. Agar tercipta iklim kerja sama yang baik.

“Adanya koordinasi di setiap divisi, akan sangat menunjang kerja kita agar optimal. Khususnya untuk Divisi WRC. Tentu koordinasi juga tidak hanya ke sesama divisi di dalam LAN, tapi juga ke Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus,” imbau Basharuddin.

Ketua DPC LAN Tanggamus Budi Hartono mengatakan, bimtek dan pembekalan terhadap seluruh anggota, masuk dalam program kerja pendek, menengah, dan panjang. Sebelum terjun ke langsung ke tengah-tengah masyarakat guna mencegah dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif serta obat terlarang itu, anggota DPC LAN Tanggamus mutlak memiliki pemahaman seputar narkoba. Sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Bimtek hari ini memang dikhususkan bagi seluruh anggota (DPC LAN Tanggamus). Nggak lucu jika kita memberikan bimtek ke instansi atau kalangan masyarakat, namun para anggota belum memiliki bekal apa yang akan disampaikan,” tandas Budi Hartono. (ayp)