TRANSLAMPUNG.COM

LAMPUNG UTARA – Disinyalir mengalami devisit anggaran, rumah sakit umum daerah (RSUD) HM Ryacudu tahun anggaran 2020 hingga saat ini belum membayar jasa pelayanan bagi karyawannya.

Hal tersebut dibenarkan mantan Plt direktur Ryacudu dr. Syah Indra Husada Lubis saat dikonfirmasi usai melaksanakan serah terima jabatan direktur rumah sakit ryacudu di aula kantor rumah sakit ryacudu, rabu (24/02/2021

” Ya tetap namanya jasa pelayanan , kemudian hal hal yang harus diberikan kepada karyawan tersebut,” kata dr. Syah Indra

Anehnya, saat ditanya berapa bulan jasa pelayanan belum dibayarkan, dr.Syah Indra terkesan menutupinya,” masih ada beberapa bulan lah, yang harus dibayarkan, tentunya kita harus mengutamakan pembayaran dan makan pasien,” elaknya.

Tak berhenti disitu kemudian media ini bertanya berapa besarnya anggaran badan layanan umum daerah (BLUD) di rumah sakit ryacudu tahun 2020-2021, lagi lagi mantan direktur rumah sakit ryacudu ini mengelak.berdalih tidak memahaminya. Bahkan dengan lugas dia mengarahkan media ini untuk bertanya kepada direktur yang baru

” Itu juga saya harus melihat angkanya, nanti untuk dana BLUD tersebut nanti saya jawab, saya mau lihat dulu angka angkanya, dan bisa ditanyakan kepada direktur yang baru, karena direktur yang baru lebih punya data yang lebih valid lagi,”dalihnya

Dugaan belum dibayarkannya jasa pelayanan karyawan rumah sakit ryacudu selama empat bulan di tahun 2020 dan 2 bulan ditahun 2021, akhirnya dibenarkan oleh dr.syah Indra,” ya itu memang ada jasa jasa pelayanan, itu menjadi tugas manajemen, dan menjadi skala prioritas, bukan berarti jasa pelayanan tidak diberikan, namun kita melihat dana yang ada berapa dan kita buat seperti apa, agar rumah sakit tetap beroperasional saya rasa begitu,” pungkasnya.

Sementara, salah seorang karyawan rumah sakit ryacudu, yang minta namanya jangan disebutkan, membenarkan belum dibayarkannya jasa pelayanan dirumah sakit umum Ryacudu Kotabumi sejak Agustus 2020 hingga saat ini.
Menurut dia, uang jasa pelayanan yang biasa diterima tahun sebelumnya Rp 800 ribu hingga 1.2 juta, herannya kok ini malah jadi turun  jadi 300-400 ribu saja.

Kami tidak bisa berbuat apa apa walau digaji kecil, ga bisa nuntut, karena kami sudah tanda tangan MoU. Dan bunyi MoU tersebut saya  tidak berhak menuntut gaji,jadi berapa saja yang dikasih rumah sakit ya saya terima,” ucapnya (Ek