TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, baru menyerap 50 persen anggaran penanganan Covid 19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes setempat, Majril, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, pada Senin (07/9/2020) pukul 11.10 Wib.

“Dari awal kita mengusulkan anggaran untuk penanganan Covid 19 Rp.6,2 Miliar dari Biaya Tidak Terduga (BTT) yang telah dilakukan Refocusing dan Realokasi pada saat itu, dan sampai saat ini sudah terserap 50 persen,” kata Majril.

Adapun penggunaan anggaran yang sudah terserap tersebut, lanjut dia, digunakan untuk berbagai keperluan penanganan Covid 19, mulai dari pengadaan obat-obatan, Suplemen atau Vitamin, Alat Pelindung Diri (APD), perlengkapan ruang isolasi, Rapid Test, serta Insentif Tim Medis dan makan minum selama isolasi.

“Dari total 12 Kasus Pasien Positif Covid 19 di Tubaba, kita selalu selektif dalam menggunakan anggaran tersebut. Selain itu, dalam melakukan pengadaan pula kita bekerjasama dengan rekanan atau pihak ketiga, sehingga jika tidak benar-benar dibutuhkan maka tidak akan digunakan,” tuturnya.

Untuk saat ini, jelas dia, anggaran yang masih tersisa kemungkinan akan digunakan untuk pengadaan alat Rapid Test, karena persediaan kita sudah mulai habis.

“Nantinya, jika memang anggaran tersebut masih tersisa, maka sudah menjadi kewenangan tim anggaran untuk dikembalikan atau tetap menjadi BTT,” imbuhnya. (D/R)