Lampung Barat – Pembangunan Rabat Beton tahun anggaran 2019 Pekon Sukarame, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat melalui anggaran Dana Desa (DD) diduga Perencanaan Pembangunan tidak maksimal.

Realisasi pembangunan Pemangku I sebanyak dua titik dengan panjang 120 meter x 2 meter x 0.15 meter dan titik kedua panjang 177 meter x 2 meter x 0.15 meter tersebut diduga perancanaan pembangunan tidak maksimal.

Pasalnya pembangunan yang menelan anggaran Dana Desa (DD) ratusan juta tersebut terlihat retak patah sedikitnya ada 20 titik yang terjadi dengan retak patah.

Kemudian diduga adukan cor rabat beton tidak dimaksimalkan sehingga belum memakan waktu cukup lama pembangunan fisik tersebut nampak sudah mulai hancur dibeberapa titik.

Diduga pembangunan rabat beton tahun 2019 tersebut yang menggunakan alas plastik tidak menyeluruh sehingga serapan air pada rabat beton masuk didalam tanah maka dapat saja terjadi retak patah.

Ketika wawancarai oleh awak media terkait hal tersebut, Kamis (4/06/2020), Peratin Sukarame, Selamat Heriyadi, terkesan tertutup dan enggan untuk memberikan keterangan.

Kembali diwawancarai via Whatshapp, Selamat, menyebutkan “lagian gak usah begitu rumitnya, saya dah lupa. Intinya ini gimana, maksudnya gmna, susah we wawancara segala, cari enak aja” ungkap dia. Sabtu (6/06/2020)

Kemudian, Selasa, (09/06/2020) awak media kembali menghubungi Peratin melalui Whatshapp, dengan singkat, Selamat, mengatakan, berbahasa Daerah (Lampung .Red), “nduh ajo sekam lagi repot” artinya “ntah ini kami lagi repot” ucapnya.

Sehingga ada praduga pembangunan tersebut dalam unsur perencanaan tidak matang dan unsur kesengajaan dalam realisasi yang tidak maksimal menjadi ladang oknum untuk memperkaya.

Hingga berita ini diturunkan diharapkan pihak terkait untuk malakukan monitoring hasil Pembangunan DD Pekon Sukarame, dari Kecamatan, DPMP dan Insepektorat. (Sf)