MULAI PERBAIKI TANGGUL: Ekskavator milik BPBD Tanggamus sedang perbaiki tanggul Way Belu secara darurat, untuk mencegah terjadinya banjir di Pekon Banjarmasin. (Foto: IST)

SETELAH sempat “diteror” banjir yang bisa melanda setiap saat, kini warga sekitar aliran Way Belu Pekon Banjarmasin, Kecamatan Kotaagung Barat bisa bernapas lega. Pasalnya satu unit ekskavator milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, telah tiba di titik tanggul Way Belu yang nyaris jebol. Alat berat yang memang sudah sangat dinanti itu, tiba Jumat (9/10/2020). Menjelang tengah malam. Lantas bagaimana respon warga setelah mengetahui harapan mereka direspon BPBD Tanggamus? Berikut tulisannya.

Oleh: Albertus Yogy/translampung.com

ADA pemandangan berbeda di tanggul Way Belu pada Jumat malam. Sekitar pukul 23.00 WIB. Situasi tanggul pelindung Pekon Banjarmasin yang biasanya sepi dan gulita itu, terpecah oleh deru mesin dan sorotan cahaya. Ternyata itu adalah deru mesin dan sorotan lampu dari ekskavator BPBD Tanggamus.

Ekskavator itu seolah serius mengekskavasi titik-titik tanggul penangkis banjir di tepian Way Belu. Sebab kondisi tanggul sudah sangat terkikis. Jika curah hujan tinggi, volume air Way Belu bisa meluap dan menjebol tanggul yang terkikis. Dampaknya mengerikan. Bencana banjir bandang bisa menerjang Pekon Banjarmasin setiap saat. Pun demikian dengan beberapa pekon lain yang berdekatan dengan aliran Way Belu.

Wajar rasanya jika beberapa waktu lalu — saat ekskavator belum tiba — warga Pekon Banjarmasin merasa seperti “terteror” banjir. Apalagi pengajuan penanganan darurat tanggul itu, sudah diajukan sejak medio tahun ini. Namun kendalanya ada saja.

Proposal pengajuan perbaikan tanggul sempat terselip di BPBD. Akhirnya proposal ketemu dan didisposisi Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. Tak berhenti di situ, harapan warga masih tersendat lagi. Sebagai kabupaten yang “potensial” dengan banjir dan tanah longsor, BPBD Tanggamus hanya punya satu unit ekskavator. Di satu sisi, warga Pekon Banjarmasin sudah sangat berharap tanggul segera diperbaiki. Di lain sisi, ekskavator yang hanya satu unit itu, sedang bekerja di lain kecamatan. Kontan hal itu membuat warga Pekon Banjarmasin meradang.

Beruntung situasi tersebut tak meruncing. Ditambah dengan dorongan pemberitaan serentak oleh media massa online yang tergabung dalam Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus, ekskavator BPBD tiba di lokasi Jumat malam. Saat itu pula langsung mengekskavasi titik-titik tanggul yang hampir jebol.

BPBD Tanggamus melalui Kasi Kedaruratan, Budi mengatakan, keterlambatan datangnya alat berat disebabkan beberapa hal yang tidak bisa dihindari. Diperparah dengan jumlah ekskavator BPBD yang hanya satu unit. Sementara titik tanggul rawan banjir di Tanggamus cukup banyak.

“Bahkan di Kecamatan Semaka saja sudah tiga kali (banjir) dalam setahun ini. Bisa dikatakan ekskavator tersebut tidak pernah libur untuk mem-back up lokasi rawan banjir se-Kabupaten Tanggamus ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana susulan. Sehingga BPBD bisa selesaikan normalisasi Way Belu dan perbaiki tanggul sepanjang 150 meter di sini,” ungkapnya.

Penjabat Kepala Pekon Banjarmasin, Khamdani, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tanggamus. Sudah merealisasikan alat berat untuk melakukan perbaikan tanggul Way Belu. Meskipun baru bersifat perbaikan darurat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Tanggamus atas atensinya. Sebelum tanggul diperbaiki, jujur saya sangat terbebani. Takut sewaktu-waktu banjir datang. Setelah alat berat itu turun ke lokasi, saya pribadi merasa lega. Warga pekon pun pasti juga demikian. Mudah- mudahan tidak ada halangan. Sehingga perbaikan darurat tanggul tersebut segera selesai,” ungkap Khamdani.

Terpisah, Yusron, warga Dusun Kampung Pisang Pekon Banjarmasin mengaku, guyuran hujan deras beberapa hari belakangan sangat menggusarkan warga. Bahkan warga sampai tidak bisa lelap tidur.

“Apalagi beberapa malam sebelumnya, sudah masuk air melalui titik tanggul yang sudah terkikis. Kalau hujan deras, warga sini sudah tidak lelap tidur lagi. Bahkan sudah ada warga yang mengungsi ketika air mulai masuk ke halaman warga. Hal itu sudah berlangsung lama. Tapi sekarang hanya dengan melihat alat berat di lokasi tanggul, kami sudah cukup lega. Katakanlah sudah bisa tidur nyenyak,” tutur Yusron, diamini Salim dan Sulaiman.

Apresiasi serupa, juga terlontar dari Pikri. Ia adalah salah seorang perwakilan warga yang sedari awal sangat berjuang agar Pemkab Tanggamus — dalam hal ini BPBD — segera mengeksekusi perbaikan tanggul Way Belu.

“Baru datang (alat beratnya) saja, masyarakat sudah sangat senang. Sebab kami sangat khawatir akan terjadi banjir. Yang berawal dari jebolnya tanggul itu. Tapi setelah diperbaiki sementara begini, semoga banjir tidak terjadi,” harapnya. (**)