PANARAGAN (TRANSLAMPUNG.COM)– Sekolah Seni Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, bersama Pemkab setempat, akan menggelar Festival Bambu bertaraf Internasional, meski di tengah Pandemi Covid 19.

Menindak lanjuti rencana itu, Pemkab bersama Direktur Sekolah Seni dan Festival melakukan rapat koordinasi di ruang rapat Bupati Tubaba, Kamis (22/10/2020) pukul 09.00 Wib.

“Hari ini kita melakukan rapat persiapan Festival Bambu Internasional yang telah ditetapkan pada tanggal 6-8 November 2020 di Uluan Nughik. Dan dalam kegiatan itu nantinya akan tetap menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan pengunjung yang hadir, bahkan untuk tamu dari luar daerah harus menunjukkan surat rapid tes,” kata Asisten I Agus Subagio, saat diwawancara translampung.com pasca rapat.

Adapun untuk anggaran, lanjut dia, dibantu oleh Pemkab yang masuk dalam ranah Dispora, dan ada pula yang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Dalam kegiatan itu juga nantinya akan ada arak-arakan yang diikuti seluruh Tiyuh dan kelurahan, yang terbagi dalam beberapa tugas, yaitu untuk 54 Tiyuh masing-masing membawa 2 Kambing, dan sisanya membawa hasil panen pertanian Hortikultura,” terangnya.

Sementara itu, dikatakan Direktur Sekolah Seni Tubaba Semi, didampingi Direktur Festival Salim. Bahwa kegiatan ini nanti ada Workshop, Pameran, pengenalan kuliner yang dimasak dari Bambu, Performance/Penampilan anak-anak muda dari Tiyuh, dan akan dihadiri 15 Narasumber dari beberapa Negara yang mungkin dilakukan secara Daring jika tidak memungkinkan untuk hadir.

“Kegiatan ini dampaknya akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan generasi muda Tubaba untuk terus melestarikan Kebudayaan khusus Potensi berbagai karya dari Bambu, serta menumbuhkan perekonomian untuk warga Tubaba. Namun, kendalanya adalah Festival ini diadakan dalam situasi Pandemi, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk mensukseskan,” imbuhnya. (D/R)