TRANSLAMPUNG – Dua puluh Kelompok Masyarakat Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Pesawaran menerima Hibah Kecil (micro grand) dari United Nations Development Programme (UNDP) melalui proyek Capacity Development For Implementing Rio Conventions Through Enhancing Incentive Mechanisms For Sustainable Watershed/Land Management Project atau Pengembangan Kapasitas Pelaksanaan Konvensi Rio melalui Peningkatan Mekanisme Insentif untuk Pengelolaan DAS/Lahan Berkelanjutan, Minggu, 30 Agustus 2020.
Bantuan diserahkan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang diwakili Sekretaris Daerah Kesuma Dewangsa yang didampingi Ratna Kusuma Sari, National Project Manager CCCD. Total bantuan yang diserahkan sebanyak Rp. 219.685.000,- (dua ratus Sembilan belas juta enam ratus delapan puluh lima ribu rupiah) untuk kegiatan Agrosylvopastural, Agrosylvofisheries, Home Industry, Ekowisata dan Pengelolaan Lingkungan.
Pemberian hibah kecil tahun 2020 merupakan lanjutan dari pemberian hibah kecil tahun 2019 senilai Rp 503,000.000,- (lima ratus tiga juta rupiah) dengan harapan agar Kelompok Masyarakat Desa Bayas Jaya dapat lebih mandiri dan lebih amanah dalam mewujudkan Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan Balai Pengelolaan DAS Dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung tentang Peningkatan Program Kerja dan Pelaksaanaan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung, Idi Bantara, Ketua Forum DAS Lampung Prof. Irwan Sukri Banuwa, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dan OPD Kabupaten Pesawaran, beserta Camat, Uspika Kecamatan Way Khilau, serta tokoh masyarakat Desa Bayas Jaya.
Proyek ini merupakan proyek cross cutting yang menjembatani tiga konvensi PBB yaitu United Nation Convention on Biological Diversity (UNCBD), United Nation Framework and Convention on Climate Change (UNFCCC) dan United Nation Convention to Combat Desertification (UNCCD). Tujuan proyek ini adalah terciptanya kebijakan pengelolaan DAS dan lahan secara lestari untuk mendorong tercapainya target program strategis pengelolaan DAS dengan mengintegrasikan nilai-nilai konvensi Rio, dan dalam rangka pemenuhan kewajiban pemerintah Indonesia khususnya dalam pencegahan dan pengendalian degradasi lahan sesuai dengan target Sustainable Development Goal (SDG);