TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seorang pria asal Dusun Ampera, Pekon Banjaragung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, meregang nyawa di batang pohon petai setinggi 12 meter, Senin (3/2) pagi. Pria bernama Ari Manto itu, tersengat aliran listrik tegangan tinggi tatkala sedang memetik buah petai dari pohonnya, di Pekon Banjaragung Ilir, Kecamatan Pugung.

Belakangan diketahui, korban yang diperkirakan berusia lebih dari setengah abad itu, memang kerap memborong buah-buahan untuk dijual kembali. Peristiwa tragis itu, tak ayal sempat menghebohkan warga sekitar lokasi kejadian. Bahkan untuk mengevakuasi jasad korban, petugas dari Polsek Pugung harus meminta bantuan dari PLN dan warga setempat.

Kapolsek Pugung Ipda. Okta Devi, S.H. membenarkan, seorang warga tewas tersengat aliran listrik ketika memetik buah petai dari pohonnya. Jasad korban kali pertama ditemukan oleh saksi Muslihan yang sekaligus merupakan pemilik pohon petai tersebut.

“Saat dilihat saksi sekitar pukul 08.30, jasad korban posisinya terlentang di batang pohon petai setinggi 12 meter. Pohon tersebut berlokasi di Dusun Kebumen, Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung,” ujar kapolsek, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Peristiwa itu dengan cepatnya viral di media sosial. Bahkan proses evakuasi jasad korban yang divideokan oleh netizen, berseliweran di media sosial. Tampak dalam video itu, evakuasi jasad korban melibatkan petugas PLN dan warga setempat dengan menggunakan tangga khusus milik PLN. Lantas tubuh korban diturunkan dari atas pohon menggunakan seutas tali.

Kapolsek Pugung kembali menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, sebelum nahas, korban memanjat pohon petai sendirian. Setelah itu, korban langsung menyengget (memetik buah menggunakan galah bambu yang ujungnya diberi besi bengkok) petai.

Pada saat korban sedang menyengget, diduga korban tidak menyadari ujung galah bambunya dekat dengan kabel listrik tegangan tinggi. Lantas diduga galah yang digunakannya menempel ke kabel listrik tegangan tinggi dan membuat korban tersengat.

“Dari TKP, kami mengamankan sebuah alat yang biasa digunakan korban menyengget petai. Alat itu berupa sebilah bambu yang di ujungnya diberi besi berbentuk bengkok. Sehari-harinya, korban memang memborong buah dan hasil kebun lainnya untuk dijual lagi. Saat bekerja memanjat pohon untuk memetik buah, korban selalu sendirian,” jelas Okta Devi.

Atas peristiwa itu, Polsek Pugung telah melaksanakan olah TKP dan pemeriksaan korban. Pihak keluarga korban menyadari bahwa peristiwa tersebut adalah murni kecelakaan, bukan karena adanya tindak pidana.

“Keluarga sudah ikhlas dan korban juga sudah dimakamkan di TPU Pekon Banjargung Udik,” tandas kapolsek. (ayp)