METRO – Setelah Tim Satgas Covid-19 Kota Metro menerapkan Physical Distancing (jaga jarak) antara pedagang dan pembeli di area Pasar Cendrawasih, Mega Mall dan Pasar Kopindo.

Distribusi kebutuhan ekonomi dan sembako untuk warga Kota Metro akan tetap berjalan dan tidak terpengaruh atas penerapan tersebut.

Seperti yang disampaikan Dandim 0411/LT Letkol CZI Burhanuddin, bahwa penerapan physical distancing di pasar adalah bentuk komitmen Pemkot Metro cegah penyebaran Covid-19.

“Tidak ada larangan untuk berdagang. Pedagang hanya direlokasikan ke tempat yang lebih layak. Physical distancing hanya menata jarak antara pedagang dan pembeli,” kata Letkol CZI Burhanuddin, Senin (04/05).

Dari penerapan tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat terutama para pedagang untuk dapat bekerjasama. Sehingga, pencegahan penyebaran Covid-19 di Bumi Sai Wawai dapat berjalan dengan baik tanpa ada kegaduhan, baik dari pedagang ataupun pembeli.

“Disini kami tidak sendiri. Ada dari Polres, Satpol-PP, Dinas Pasar dan Dinas Perhubungan. Jika ada keluhan terkait penerapan physical distancing ini. Pedagang bisa menghubungkan kami langsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati mengatakan, ada 30 personil yang tiap harinya menjaga situasi keamanan di dalam penerapan physical distancing tersebut.

“Polres tidak bergerak sendiri. Polres Metro tetap bergerak dibawah naungan Gugus Tugas. Ada TNI, Satpol-PP, Dinas Pasar dan Dinas Perhubungan yang bersama-sama melakukan pengamanan pada kebijakan yang telah kita terapkan,” jelas AKBP Retno Prihawati.

Menurutnya, masyarakat baik pedagang ataupun pembeli yang terdampak atas penerapan physical distancing ini agar mengerti situasi di tengah pendemi Covid-19. Penerapan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak, khususnya para pedagang.

“Personil yang kami turunkan akan membatu masyarakat atau yang ingin berjualan agar bisa tenang dalam melakukan aktivitasnya. Sesuai dengan penataan yang kita terapkan,” tutupnya.(Yoyo)