TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mendapat kucuran dana Hibah sebesar Rp.14,2 Miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Rencananya, sejumlah dana hibah tersebut akan segera dialokasikan untuk pembangunan fisik pada dua titik jalan Kabupaten Setempat.

Diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tubaba, Nisom S.H, disela-sela menerima kunjungan Tim Monev perwakilan BPBD Provinsi Lampung mengatakan. Diketahui dari total dana tersebut Rp.14.284.106.000, akan digunakan kefisik sebesar Rp.13.167.406.000, untuk menimbun jalan dan membuat Talud pada dua titik jalan Kabupaten.

“Anggaran untuk kefisik tersebut sebagai program kegiatan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana, di 2 titik yakni, jalan penghubung antara Tiyuh (Desa) Panaragan dan Bandar Dewa Kecamatan Tulangbawang Tengah, dengan anggaran sebesar Rp.6.953.635.000, kemudian jalan penghubung antara Tiyuh Gedung Ratu Lama dan Gedung Ratu Baru Kecamatan Tulangbawang Udik dengan anggaran Rp.6.213.771.000. Karena memang di dua titik tersebut hampir setiap tahun menjadi langganan Banjir yang berakibat putusnya jalur transportasi.” Kata Nisom, saat dijumpai translampung.com diruangkerjanya pada (02/7/2020) sekitar pukul 11.30 Wib.

Lanjut dia, tidak hanya ditimbun dan diberi Talud, namun jalan setempat akan dibuatkan Tangga, yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan nama Tangga Raja. Kemudian jalan itu juga akan dilebarkan dengan perencanaan sekitar 6 Meter, dan ditimbun dengan ketinggian maksimal 1 Meter dari permukaan jalan yang ada saat ini.

“Hari ini kita bersama perwakilan BPBD Provinsi turun langsung ke dua titik tersebut. Dan di bulan Juli 2020 ini, kita akan segera membuka proses lelang untuk 2 rekanan yang akan mengerjakan kegiatan itu, yang ditargetkan pengerjaan akan segera dimulai pada Akhir bulan Juli hingga Oktober 2020 mendatang.” Jelasnya.

Adapun sisa dari Total anggaran dana Hibah itu, nantinya akan digunakan untuk kegiatan perencanaan, pengawasan, dan operasional lainnya.

“Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan sesuai perencanaan, karena tentunya kita juga melihat situasi dalam pengerjaannya. Sehingga dapat mengatasi apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini khususnya di dua titik tersebut.” Imbuhnya. (D/R)